Berita Terkini

151

KORPRI: Menghormati Pahlawan, Menyemai Semangat BerbaktiKORPRI: Menghormati Pahlawan, Menyemai Semangat Berbakt

Yahukimo - Ziarah ke makam pahlawan yang dilakukan KORPRI menjadi momen refleksi yang sarat makna. Setiap tugu dan batu nisan yang dikunjungi mengingatkan generasi kini akan pengorbanan besar yang membentuk sejarah bangsa Indonesia. Refleksi dan semangat berbakti dari makam pahlawan. Kehadiran anggota KORPRI di makam pahlawan bukan sekadar kewajiban seremonial, melainkan wujud penghormatan yang menumbuhkan kesadaran kolektif. Mereka diingatkan bahwa setiap kemerdekaan dan kedamaian yang dinikmati saat ini adalah buah perjuangan para pendahulu. Bagi generasi muda, ziarah ini menjadi sumber inspirasi. Nilai keberanian, ketekunan, dan pengorbanan para pahlawan dapat dijadikan teladan dalam menghadapi tantangan modern, baik di bidang pendidikan, karier, maupun kehidupan sosial. Momen ini juga menjadi waktu refleksi bagi anggota Korpri dan masyarakat. Mereka merenungkan bahwa kepahlawanan bukan hanya soal aksi heroik di medan perang, tetapi juga dedikasi dan pengabdian nyata bagi bangsa dan masyarakat. Setiap doa dan penghormatan yang dipanjatkan di makam pahlawan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Semangat patriotisme yang lahir dari penghormatan ini mendorong anggota Korpri untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan membangun solidaritas sosial. Ziarah ini juga mengajarkan pentingnya integritas dan tanggung jawab. Nilai-nilai kepahlawanan yang tercermin dari perjuangan para pahlawan dapat menjadi pedoman dalam menjalankan tugas profesional dan kepemimpinan di berbagai bidang. Bagi pemimpin dan calon pemimpin, kunjungan ke makam pahlawan memberikan pelajaran penting: kepemimpinan yang baik harus didasarkan pada keberanian mengambil keputusan, keteguhan hati, dan integritas yang tinggi. Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk memimpin dengan bijaksana dan bertanggung jawab. Kegiatan ziarah juga berfungsi sebagai media pendidikan sejarah yang efektif. Anak-anak, remaja, dan generasi muda dapat belajar secara emosional tentang perjuangan bangsa, sehingga nilai-nilai kepahlawanan tertanam secara mendalam, bukan sekadar melalui buku pelajaran. Selain itu, pengalaman ini menumbuhkan kepedulian sosial. Mengingat perjuangan para pahlawan untuk kesejahteraan rakyat, anggota Korpri dan generasi muda terdorong untuk meneladani sikap peduli terhadap sesama dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial. Ziarah ke makam pahlawan juga memperkuat kesadaran kolektif. Setiap lapisan masyarakat diingatkan bahwa kemerdekaan adalah hasil pengorbanan banyak pihak, yang harus dijaga dan diteruskan melalui tindakan nyata demi kepentingan bangsa. Inspirasi dari jejak pahlawan. Momen ini menjadi pengingat bahwa setiap kontribusi, sekecil apapun, memiliki nilai. Kesadaran ini dapat memotivasi anggota Korpri dan generasi muda untuk terus berinovasi, bekerja keras, dan berbakti bagi kemajuan bangsa. Dengan meneladani jejak para pahlawan, anggota Korpri dan generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman modern dengan semangat juang yang sama. Ziarah bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menyemai nilai-nilai kepahlawanan yang relevan untuk masa kini. Akhirnya, kegiatan ini menjadi simbol bahwa menghormati pahlawan adalah bagian dari membangun karakter bangsa. Setiap doa, refleksi, dan penghormatan menjadi benih inspirasi yang akan terus tumbuh, mendorong semangat berbakti dan patriotisme yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.


Selengkapnya
290

Ide Perayaan Hari Guru Nasional 2025 yang Bisa Dilakukan di Sekolah

Yahukimo - Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November merupakan momen penting untuk mengapresiasi dedikasi para pendidik dalam membentuk masa depan bangsa. Pada tahun 2025, sekolah dapat menghadirkan perayaan yang lebih kreatif, bermakna dan memberikan kejutan untuk para guru, serta melibatkan seluruh siswa, guru dan staf sekolah. Hal ini sebagai bentuk rasa terima kasih yang mendalam karena telah mengabdikan diri tanpa lelah untuk memberikan ilmu pengetahuan. Ide Perayaan Hari Guru Meskipun merayakan Hari Guru bukanlah menjadi keharusan, perayaan ini tetap menjadi cara spesial bagi siswa untuk mengungkapkan rasa terima kasih dan cinta kepada guru, berikut beberapa ide yang bisa dijadikan referensi untuk merayakan Hari Guru Nasional di sekolah dilansir dari Times of India. Piknik Bersama Para Guru Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada para guru di Hari Guru Nasional ialah dengan membuat acara bersama untuk para guru seperti membuat piknik di taman sekolah. Di sana para pelajar bisa saling berbagi makanan, bermain bersama hingga membuat acara persembahan untukm guru. Membuat Acara Penghargaan untuk Para Guru Siswa dapat menyelenggarakan upacara penghargaan guru di mana siswa dapat mencalonkan dan memilih guru dalam berbagai kategori seperti guru paling inspiratif, guru berpakaian terbaik atau guru yang paling humoris. Dan tidak lupa membagikan sertifikat atau piala kecil sebagai hadiah. Buat Video Ucapan Terima Kasih Siswa-siswi dapat membuat video kompilasi ucapan terima kasih kepada guru, diiringi dengan lagu-lagu yang menyentuh. Video tersebut bisa juga diisi dengan kenangan indah yang pernah dialami bersama guru dan teman-teman sekelas. Video ini bisa diputar saat acara perayaan Hari Guru atau di kelas ketika usai jam pelajaran, sehingga akan menciptakan suasana yang penuh haru dan kebersamaan. Buat Buku Kenangan Para siswa juga bisa membuat buku kenang-kenangan berisi foto-foto kebersamaan dengan para guru disertai dengan tulisan kesan dan pesan yang dirasakan untuk para guru. Bacakan Puisi atau Nyanyikan Lagu Hal terakhir yang bisa dilakukan ialah membacakan puisi atau menyanyikan lagu sebagai bentuk apresiasi dan juga ucapan terima kasih kepada para guru. Atau bisa juga jika ingin menciptakan lagu baru atau menulis puisi sendiri. Mengapa Hari Guru Nasional Perlu Dirayakan di Sekolah? Hari guru harus dirayakan sebagai suatu penghargaan terhadap peran guru atau pendidik dalam membentuk generasi penerus bangsa. Guru adalah sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan menginspirasi siswa/siswi. Mereka mengorbankan waktu, energi, dan dedikasi untuk memastikan siswa mendapatkan ilmu dan nilai-nilai kehidupan yang akan berguna di masa depan. Merayakan Hari Guru setiap tahun juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya profesi ini. Dengan perayaan Hari Guru, kita semua diingatkan betapa pentingnya pendidikan berkualitas dan peran guru dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Setiap perayaan Hari Guru adalah momen bagi kita untuk lebih menghargai kontribusi para pendidik. Inilah alasan mengapa hari guru penting untuk dirayakan setiap tahunnya. Persiapan Perayaan Hari Guru Nasional 2025 Agar perayaan Hari Guru Nasional berjalan lancar, meriah, dan bermakna, sekolah perlu melakukan persiapan yang matang, seperti: Membentuk Panitia Pelaksana Langkah pertama adalah membentuk panitia yang terdiri dari guru dan perwakilan siswa. Panitia bertugas merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengawasi seluruh rangkaian acara. Pembagian tugas bisa mencakup: Ketua dan wakil ketua, Seksi acara, Seksi dekorasi, Seksi dokumentasi, Seksi konsumsi, Seksi perlengkapan, Seksi publikasi dan undangan. Pembagian tugas yang jelas akan memperlancar seluruh proses persiapan. 2. Menentukan Tema Perayaan Memilih tema yang relevan akan memberikan arah pada seluruh kegiatan. Tema yang bisa digunakan antara lain: “Guru Hebat, Pendidikan Berkualitas” “Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas” “Mengabdi dengan Hati, Mendidik dengan Inspirasi” Tema ini nantinya akan digunakan dalam desain banner, tagline, naskah acara, hingga dekorasi. 3. Menyusun Rangkaian Acara Panitia perlu membuat susunan acara yang jelas dan terstruktur. Contoh rangkaian acara yang umum digunakan: Pembukaan dan sambutan kepala sekolah, Pembacaan doa, Pembacaan refleksi Hari Guru, Penampilan siswa, Penyerahan penghargaan untuk guru, Pemutaran video apresiasi, Penutup. Acara dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah. 4. Mempersiapkan Penampilan Siswa Kegiatan seperti pentas seni, puisi, drama pendek, paduan suara, hingga musik akustik membutuhkan latihan yang matang. Panitia perlu: Menyeleksi penampilan, Menentukan waktu latihan, Menyediakan peralatan seperti sound system, panggung, dan lighting. Penampilan yang baik akan menambah kemeriahan perayaan. 5. Pengadaan Hadiah dan Penghargaan Guru Jika sekolah merencanakan pemberian penghargaan kepada guru, panitia perlu menyiapkan: Piagam penghargaan, Plakat atau souvenir, Hadiah sederhana (buku, mug, atau goodie bag). Kategori penghargaan seperti Guru Inspiratif, Guru Paling Inovatif, atau Guru Favorite Siswa dapat memotivasi para pendidik. 6. Menyiapkan Dekorasi Bertema Hari Guru Dekorasi sekolah akan memberi nuansa meriah. Beberapa persiapan dekorasi meliputi: Banner atau backdrop utama, Hiasan pintu masuk, Photobooth untuk dokumentasi, Poster ucapan Hari Guru dari siswa. Pastikan dekorasi dipasang satu atau dua hari sebelum acara. 7. Membuat Publikasi dan Undangan Panitia perlu menyiapkan publikasi berupa: Poster digital untuk disebar di grup sekolah, Surat undangan untuk tamu resmi atau komite sekolah, Pengumuman kegiatan di mading sekolah. Publikasi yang efektif membantu seluruh warga sekolah mengetahui jadwal dan aturan acara. 8. Menyiapkan Perlengkapan dan Konsumsi Perlengkapan seperti kursi, meja, panggung, sound system, hingga kamera harus dicek terlebih dahulu. Selain itu, panitia konsumsi perlu mempersiapkan: Air minum, Snack untuk guru dan siswa, Konsumsi tambahan untuk tamu. Perlengkapan dan konsumsi yang siap memastikan acara berjalan tanpa hambatan. 9. Gladi Bersih Sebelum Acara Gladi bersih sangat penting untuk mengecek: Alur acara, Kesiapan penampilan siswa, Fungsi sound system dan multimedia, Penempatan guru dan tamu. Dengan gladi bersih, panitia bisa mengantisipasi masalah teknis yang mungkin muncul. Perayaan Hari Guru Nasional 2025 dapat menjadi kesempatan bagi seluruh siswa-siswi sekolah untuk menunjukkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada para pendidik. Dengan berbagai ide kreatif di atas, peringatan Hari Guru dapat berlangsung lebih meriah, inspiratif, dan penuh makna. Apapun bentuk kegiatannya, esensi terpentingnya adalah meneguhkan kembali peran guru sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Referensi The Times of India: Archives, 11 November 2023


Selengkapnya
219

Ucapan Hari Guru 2025: Caption, Quotes, dan Kata-Kata Inspiratif

Yahukimo, Guru adalah profesi yang dianggap sangat mulia. Profesi guru dianggap mulia karena guru berperan penting dalam membangun karakter dan masa depan generasi penerus bangsa. Dedikasi guru sangatlah dihargai bagi bangsa dan negara ini, karena guru tidak hanya sebuah profesi melainkan garda terdepan dan teladan bagi generasi masa depan negara. Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, maka dari itu guru harus kita hargai dan hormati serta kita berikan apresiasi. Hari Guru Nasional diperingati pada tanggal 25 November setiap tahun nya, hal itu dimulai sejak tahun 1945 yang tidak terlepas dari sejarah terbentuknya PGRI. Dalam menghargai dan mengapresiasi guru, kita dapat kita dapat memberikan beberapa ucapan Caption, Quotes dan bahkan kata-kata inspiratif untuk mengapresiasi guru-guru yang ada khususnya untuk Indonesia. Berikut beberapa Caption, Quotes dan kata-kata Inspiratif untuk ucapan hari guru: Caption Hari Guru Berikut beberapa caption yang bisa digunakan untuk hari guru: Selamat Hari Guru Nasional! Terimakasih atas dedikasi dan pengabdianmu dalam mencerdaskan generasi bangsa. Terimakasih kepada Bapak/Ibu guru yang selalu sabar menghadapi murid. Respect untuk semua guru! Guru adalah influencer sejjatii yang sebelum media sosial ada. Diantara tinta dan papan tulis, tersimpan doa-doa yang menumbuhkan mimpi kami. Bukan hanya Ilmu, tapi juga nilai hidup yang engkau ajarkan. Quotes Hari Guru Seorang guru yang baik itu seperti matahari terbit yang datang untuk mengisi kekosongan dan kegelapan pikiran dengan sinar cahaya pendidikan. Seorang guru mempengaruhi keabadian, dia tidak pernah tahu dimana pengaruh berhenti. Seorang guru sejati adalah orang yang menjaga masa lalu tetap hidup, juga mampu memahami masa kini. Pendidikan adalah kunci kesuksesan dalam hidup, dan guru memberikan dampak jangka panjang dalam kehidupan siswanya. Guru adalah sosok yang menginspirasi, membimbing, menerangi, memotivasi dan menyentuh hidup selamanya. Pendidikan bukanlah mengisi ember, melainkan menyalakan api. Guru dapat merubah hidup hanya dengan perpaduan kapur dan tantangan yang tepat. Mangajr adalah tujuan dan tugas abadi dari segala sesuatu. Mengajar, pengajar adalah desain utama yang bersinar menembus langit dan bumi. Pendidikan moral sama pentingnya  dengan pendidikan akademik. Mengajr adalah seni naluri, sadar akan potensi, keinginan akana realisasi, proses yang berhenti sejenak dan mulus. Kata-kata Inspiratif hari Guru Mengajar anak berhitung itu baik, tapi mengajari mereka menghitung adalah yang terbaik. Guru terbaik menaruh niatnya bukan dipikiran tapi di hati. Mendidik pikiran tanpa mendidik hati bukanlah pendidikan sama sekali. Mengajar adalah tindakan optimisme terbesar. Guru terbaik adalah mereka yang menunjukkan di mana mencarinya, tetapi tidak memberi tahu apa yang anda lihat. Jika kemarin kamu terjatuh, berdirilah hari ini. Pengajaran yang baik harus dilakukan secara perlahan agar tidak membingungkan, dan cukup fakta agar tidaak membosankan. Yang penting bukanlah bahwa setiap anak harus diajar, melainkan setiap anak harus diberi keinginan untuk belajar. Tugas guru adalah memulai proses pembelajaran dan kemudia menyingkir.  Pendidikan terbaik tidak diberikan kepada siswa, melainkan itu diambil dari diri mereka sendiri. Diantara banyak nya profesi, guru hadir sebagai penerang yang dapat menuntun anak-anak Indonesia tanpa pamrih. Hari gutu menjadi sangat spesial bagi dunia pendidikan. Tidak hanya kata-kata inspiratif, guru-guru juga dapat kita  apresiasi dengan cara memberikan kegiatan perayaan hari guru. 


Selengkapnya
768

Asal Usul THR di Indonesia: Dari Kebijakan Sukarela hingga Menjadi Hak Pekerja

Yahukimo – Menjelang datangnya hari raya keagamaan, satu hal yang selalu ditunggu oleh jutaan pekerja di Indonesia adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Meski kini THR telah menjadi hak normatif yang wajib diberikan oleh setiap perusahaan, perjalanan panjang kebijakan ini ternyata dimulai dari sebuah praktik sederhana yang sifatnya sukarela. Banyak yang tidak mengetahui bahwa THR dulunya bukanlah kewajiban, melainkan sekadar bentuk dukungan pemerintah untuk membantu pegawai merayakan hari raya dengan lebih layak. Dari Kebijakan Sukarela du Era 1950-an Sejarah THR di Indonesia berawal pada tahun 1951, saat Soekiman Wirjosandjojo menjabat sebagai Perdana Menteri. Pada waktu itu, pemerintah memperkenalkan kebijakan berupa uang persekot menjelang Hari Raya Idulfitri. Penerimanya hanya terbatas pada Pamong Pradja yang saat ini dikenal sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Bentuk tunjangan ini tidak berupa gaji tambahan, melainkan pinjaman yang diberikan menjelang lebaran dan harus dikembalikan melalui pemotongan gaji pada bulan berikutnya. Jumlahnya berkisar Rp 125 hingga Rp 200, atau berupa sembako dan beras sebagai bantuan kesejahteraan. Kebijakan ini tentu tidak diterima begitu saja. Pada tahun 1952, para buruh memprotes karena mereka tidak termasuk kelompok penerima. Tekanan sosial semakin kuat hingga akhirnya pemerintah merespons. Pada tahun 1954, Menteri Perburuhan mengeluarkan surat edaran yang menganjurkan perusahaan memberi “hadiah lebaran” sebesar seperdua belas gaji pekerja. Meski masih berupa imbauan, momentum ini menjadi titik awal lahirnya THR bagi pekerja sektor swasta. Dari Imbauan Menjadi Kewajiban: Perubahan Sosial dan Legalisasi Memasuki tahun 1961, surat edaran yang sebelumnya hanya bersifat imbauan meningkat statusnya menjadi Peraturan Menteri. Regulasi ini menetapkan bahwa setiap perusahaan wajib memberikan “Hadiah Lebaran” kepada pekerja yang telah bekerja minimal tiga bulan. Ini merupakan tonggak penting karena untuk pertama kalinya pemerintah menetapkan tunjangan hari raya sebagai kewajiban perusahaan. Seiring perkembangan ekonomi dan dinamika ketenagakerjaan, penyebutan “Hadiah Lebaran” diubah menjadi Tunjangan Hari Raya atau THR pada 1994 melalui peraturan Menteri Tenaga Kerja. Penyempurnaan berlanjut hingga 2016, ketika pemerintah menetapkan bahwa pekerja yang masa kerjanya minimal satu bulan tetap berhak atas THR, dengan perhitungan proporsional sesuai masa kerja. Perubahan tersebut membuat regulasi THR semakin inklusif dan melindungi lebih banyak pekerja di Indonesia. Penguatan Regulasi THR dalam Era Modern Memasuki era yang lebih modern, pemerintah terus memperkuat aturan agar THR benar-benar menjadi hak pekerja, bukan sekadar kebiasaan menjelang hari raya. Untuk Aparatur Negara, Pensiunan dan Penerima Tunjangan THR diatur melalui regulasi nasional yang berlaku setiap tahun, seperti: Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 mengenai pemberian THR dan gaji ke 13 bagi PNS, PPPK, TNI, Polri, dan pensiunan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 Tahun 2025 sebagai petunjuk teknis pelaksanaan pemberian THR yang bersumber dari APBN. Untuk Pekerja/Buruh Swasta Selain itu, hak THR bagi pekerja swasta dijamin oleh: Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, yang menegaskan THR sebagai hak normatif. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor M/2/HK.04/III/2025, yang mengatur kewajiban perusahaan membayar THR penuh dan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya. Untuk Pengemudi Aplikasi (Ojol dan Kurir) Pekerja aplikasi pun mendapatkan perhatian melalui: Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor M/3/HK.04.00/III/2025, yang mendorong perusahaan layanan angkutan berbasis aplikasi untuk memberikan Bonus Hari Raya Keagamaan (BHR) kepada mitranya. Dengan regulasi ini, THR tidak hanya menjadi hak pekerja formal, tetapi juga menyentuh sektor pekerjaan digital yang terus berkembang. THR dan Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional Di luar aspek hukum, THR memiliki makna sosial dan ekonomi yang sangat besar. Bagi pekerja, THR menjadi kesempatan untuk merayakan hari raya dengan lebih layak, membantu kebutuhan rumah tangga, hingga mendukung tradisi mudik. Sementara bagi perekonomian nasional, THR selalu menjadi “angin segar” setiap tahun. Pencairan THR terbukti meningkatkan aktivitas konsumsi masyarakat mulai dari sektor ritel, transportasi, kuliner, hingga pariwisata. Lonjakan belanja ini menciptakan perputaran uang yang besar, sehingga ikut mendongkrak perekonomian menjelang hari raya. Karena itu, THR tidak hanya menjadi wujud kepedulian negara dan perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja, tetapi juga bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dari sebuah kebijakan sukarela pada tahun 1950-an hingga menjadi hak normatif yang dilindungi undang-undang, perjalanan sejarah THR mencerminkan perubahan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia. Kini, THR bukan hanya tradisi tahunan, tetapi simbol penghargaan terhadap jerih payah pekerja, serta instrumen penting dalam menjaga kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi negara.


Selengkapnya
114

Profile Lengkap 7 Komisioner KPU RI Periode 2022-2027 dan Tugasnya

Yahukimo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah salah satu  instansi yang bernaung di Negara Republik Indonesia. KPU pada umunya memiliki komisioner, dimana tugas utama dari komisioner adalah menyelenggarakan pemilu, menetapkan peraturan teknis pemilu, menyusun dan menetapkan pemilu, mengelola data dan logistik pemilu serta juga menetapakan para peserta pemilu dan juga menetapkan hasil pemilu. Pada Negara Indonesia, sudah ada sebanyak tujuh komisioner KPU yang lolos uji kelayakan dan kepatuhan yang ada di KPU RI pada tahun 2022 sampai dengan saat ini. Beberapa profile lengkap 7 komisioner KPU RI Periode 2022 sampai dengan 2027: Mochammad Afifudin Mochmmad Afifudin adalah salah satu anggota/komisioner KPU yang mejabat para periode 2022-2027. Beliau menjabat sebagai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan serta Wakil Ketua Divisi data dan informasi. Beliau juga Kordinator wilayah untuk beberapa provinsi seperti Papua, kalimantan barat, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara timur, Jambi dan juga Riau. Mochammad Afifudin lahir di Sidoarjo, Jawa Timur pada 1 februari 1980. Afifudin memiliki latar belakang pendidikan S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Magister Ilmu Politik Universitas Indonesia. Hasyim Asy’ari Hasyim ada komisioner yang menjabat sejak tahun 2016. Hasyim lahir di Pati, jawa tengah pada 3 maret 1973. Hasyim adalah lulusan S1 Hukum Universitas Jenderal Soedirman dan Magister Ilmu Politik UGH, serta S3 Sosiologi Politik dari Universitas Of malaya. Awalnya Komisioner Hasyim memiliki latar belakang karir sebagai Dosen di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Hasyim menjabat sebagai komisioner dengan sistem paruh waktu, dimana Hasyim menggantikan komisioner  Husnis Kamil Malik yang telah berpulang. Yulianto Sudrajat Yulianto adalah komisioner yang menjabat sebagai ketua KPU Provinsi Jawa Tengah. Yulianto lahir di Sukoharjo pada 9 Juli 1973. Yulianto adalah lulusan dari Universitas Slamet Riyadi Surakarta S1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan juga Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Sebelas Maret Surakarta. Yulianto pernah mendapat penghargaan sebagai penyelenggara dari Komisi Pmeilihan Umum Republik Indonesia pada tahun 2021. Beti Epsilon Idroos Beti menjabat sebgai Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta di mulai pada tahun 2018. Beti lahir di Medan pada 22 maret 1979. Latar belakang pendidikan Beti adalah S1 Sosial ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan magister Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. Beti sangat aktif pada isu demokrasi dan HAM sejak Muda. Beti mengawali karirnya sebagai anggota KPU di DKI divisi sosial dan pendidikan pemilih serta partisipasi masyarakat. Idham Holik Idham sampai saat ini masih sebagai komisioner KPU Provinsi Jawa Barat. Idham adalah Komisioner yang memimpin pada divisi Sosial, Pendidikan pemilih dan Partisipasi Masyarakat.  Idham adalah lulusan S1 dari Universitas Islam 45 di Bekasi dan juga magister serta Phd Ilmu Sosial atau Ilmu Politik dari Universitas Indonesia. Parsadaan Harahap Parsadaan Harahap adalah salah satu komisioner yang aktif sejak tahun 2003 di KPU Bengkulu. Parsadaan lahir di Medan pada 17 Juli 1972. Parsadaan adalah alumni S1 dari Universitas Bengkulu dengan Program Studi Agronomi dan magister Ilmu Administrasi Universitas Bengkulu. Parsadaan pernah mendapatkan beberapa penghargaan seperti Pelatih Pemantau Pemilihan Umum, Piagam Penghargaan KPU RI sebagai anggota KPU Provinsi atas partisipas dan dedikasi dalam rangka menyukseskan Penyelenggaraan Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD pada tahun 2009. August Mellaz August adalah seorang Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD). Beliau lahir di Surabaya pada 25 Agustus 1976. August adalah lulusan dari Universitas Universitas Nasional (UNAS) Pasca Sarjana Ilmu Politik. August adalah satu-satunya komisioner KPU RI yang ter[ilih bukan dari kalangan penyelenggara pemilu. Beliau pernah mendapat penghargaan Piagamm Penghargaan Tim Ahli Pemerintah dalam Pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu hingga disahkan menjadi UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dari 7 komisioner KPU Periode 2022 sampai dengan 2027 memiliki latar belakang yang berbeda, di muali dari pendidikan dan lain sebagainya. Kinerja dari para komisioner adalah suatu hal yang menjadi pusat sorotan dalam pelaksanaan pemilu yang ada di Indonesia. Maka dari hal itu, mereka melakukan hal yang terbaik dan membawa perspektif yang kaya dalam menyukseskan Pemilu dan Pilkada yang ada di Indonesia.


Selengkapnya
588

Memahami Polarisasi Politik: Definisi, Dampaknya, dan Cara Mengatasinya

Yahukimo - Polarisasi politik menjadi fenomena yang semakin sering dibicarakan, terutama dalam era media digital dan kompetisi politik yang semakin terbuka. Ketegangan antarpendukung, perbedaan pandangan yang semakin tajam, hingga menurunnya ruang dialog menjadi tanda bahwa polarisasi bisa berdampak luas bagi masyarakat. Untuk memahami akar masalah ini, penting untuk melihat apa itu polarisasi, apa penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya. Apa Itu Polarisasi Politik? Polarisasi politik adalah kondisi ketika masyarakat terbelah menjadi dua atau lebih kelompok dengan pandangan politik yang saling bertentangan secara tajam. Kata ‘polarisasi’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah pembagian atas dua bagian. Perbedaan tersebut tidak hanya sebatas opini, tetapi juga melibatkan emosi, identitas, dan loyalitas terhadap kelompok tertentu. Pada titik ekstrem, polarisasi membuat kompromi sulit terjadi dan diskusi publik menjadi penuh kecurigaan. Polarisasi politik mudah terjadi di suatu daerah atau negara yang warganya punya komitmen kuat terhadap suatu ideologi, budaya, atau kandidat. Polarisasi ini yang akan memecah masyarakat karena suatu kelompoknya beranggapan memiliki prinsip atau pandangan yang paling benar dibanding kelompok lain. Kelompok lain akan dianggap salah dalam pandangan politik dan moralitasnya. Penyebab Utama Polarisasi Politik 1. Identitas Kelompok dan Loyalitas Politik Polarisasi sering tumbuh ketika masyarakat mengaitkan pilihan politik dengan identitas diri. Saat politik menjadi bagian dari diri seseorang, kritik terhadap tokoh atau kelompok tertentu dianggap sebagai serangan pribadi. 2. Peran Media dan Algoritma Media Sosial Media sosial, berperan besar dalam memperkuat polarisasi. Algoritma cenderung menampilkan konten yang sesuai dengan preferensi pengguna, sehingga seseorang terjebak dalam “ruang gema” (echo chamber) yaitu hanya mendengar pandangan yang serupa dengan dirinya. 3. Kampanye Politik yang Konfrontatif Beberapa strategi politik memanfaatkan isu-isu sensitif seperti etnis, agama, atau ideologi untuk memperoleh dukungan. Narasi yang dibangun secara sengaja dapat memperdalam perpecahan antarwarga. 4. Ketidaksetaraan Ekonomi dan Sosial Kesenjangan ekonomi sering menjadi bahan bakar ketidakpuasan. Ketika ketidakadilan dirasakan, isu politik menjadi lebih mudah memecah masyarakat, karena kelompok tertentu merasa tidak terwakili. 5. Penyebaran Informasi Palsu dan Hoaks Hoaks politik dapat menyulut ketegangan, terutama jika menyasar kelompok tertentu atau menyebarkan narasi provokatif. Tanpa literasi digital yang baik, masyarakat lebih mudah terpengaruh informasi yang tidak akurat. Dampak Polarisasi Politik terhadap Demokrasi Polarisasi politik akan membawa dampak yang buruk karena terbelahnya masyarakat menjadi dua bagian besar. Berikut beberapa dampak yang dapat muncul dari polarisasi: Merusak Institusi Demokrasi Suatu Negara Polarisasi dapat merusak institusi demokrasi dengan menghambat proses pembuatan kebijakan dan memperkuat posisi pihak yang terlibat dalam polarisasi. Hal tersebut tentu memicu timbulnya tindakan otoriter dan munculnya keputusan yang merugikan Masyarakat. Pelecehan Terhadap Institusi Kepresidenan Institusi kepresidenan dapat berdampak karena terdorongnya kandidat yang ekstrem dan memperkuat peran partai politik dalam pemilihan presiden. Hal tersebut dapat menggagalkan institusi kepresidenan untuk mewakili kepentingan masyarakat secara luas dan lebih mementingkan agenda pribadi. Menghilangkan Kredibilitas Partai Politik Kredibilitas partai politik juga dapat turun karena polarisasi politik yang terjadi di masyarakat. Polarisasi politik dapat membuat minat masyarakat pada politik menurun dan merasa tidak puas. Bahkan bisa juga menimbulkan aksi demonstrasi masyarakat. Meningkatkan Intoleransi Masyarakat Kondisi sosial dapat lebih parah jika terjadi polarisasi politik. Konflik antar kelompok masyarakat akan mudah muncul akibat adanya gesekan antara kedua kubu. Melemahkan Proses Pembuatan Undang-undang Polarisasi akan menghalangi dan menghambat proses pengambilan suatu keputusan. Legislator dapat terhambat sehingga publik kehilangan kepercayaan kepada pemerintah akibat kebijakan yang lama untuk disahkan. Polarisasi Politik di Era Media Sosial Di era digital saat ini ,media sosial merupakan hal yang sangat lumrah di miliki oleh setiap orang. Tidak memandang umur bahkan tempat maupun status. Situs Data Reportal - Global Digital Insight yang merupakan situs web yang menyediakan laporan gratis tentang penggunaan sosial media yang ada di Indonesia. Menurut Data Reportal pengguna internet di Indonesia mencapai 66,5% dari total populasi keseluruhan, padahal 21,3% masyarakat Indonesia berusia 0-12 tahun. Di masa sekarang yang masyarakatnya sangat dekat dengan media sosial, komunikasi dan informasi yang diperoleh sangat mudah dan cepat tersebar. Media sosial memberikan ruang untuk publik berkomunikasi dengan mudah tanpa batas tergantung opini dan ideologi yang mereka percaya lebih benar. Disamping nilai positif kemudahan yang ditawarkan oleh media sosial, fenomena polarisasi politik juga semakin tajam terjadi di masyarakat. Selain itu media sosial juga terkadang menjadi tempat untuk dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk merusak pandangan masyarakat terkait paham tertentu termasuk memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Fenomena polarisasi politik yang terjadi di sosial media merupakan salah satu tantangan besar bagi nilai-nilai persatuan yang menjadi salah satu poin dasar negara Indonesia. Banyaknya paham-paham serta opini masing-masing dianggap benar yang memperlemah persatuan di tengah masyarakat.   Contoh Polarisasi Politik di Indonesia Fenomena polarisasi politik terjadi dalam Pemilihan Presiden 2019. Kandidat pasangan yang maju pada waktu itu mempertemukan Joko Widodo - Ma’aruf Amin dengan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Dalam publikasi Mengelola Polarisasi Politik dalam Sirkulasi Kekuasaan di Indonesia, masyarakat melihat bahwa kedua paslon tersebut merupakan figur yang berseberangan dalam banyak hal.  Posisi berseberangan kedua paslon tersebut pun membuat para pendukung cepat terbentuk. Tema yang diusung oleh kedua paslon juga berbeda. Paslon yang satu berbicara penguatan kawasan pinggiran di Indonesia. Sementara paslon satunya menyatakan ingin mengembalikan kejayaan Indonesia di kancah internasional. Satu paslon menggandeng kelompok nasionalis, sementara paslon satunya menghimpun para kelompok Islam. Dari perbedaan posisi tersebutlah polarisasi politik makin jelas terjadi di masyarakat. Bahkan polarisasi yang kuat juga membuat para pemilih tidak ragu untuk menunjukkan keberpihakan mereka di ruang publik dan media sosial.  Cara Meredam dan Mencegah Polarisasi Politik Menanamkan dan Mengimplementasikan Nilai-Nilai Pancasila Di dalam pemahaman dan pandangan masyarakat di Indonesia bisa menjadi metode pencegahan dan penyelesaian perihal polarisasi politik yang ada di Indonesia. Menurut Emilia Palonen, dosen senior pada Universitas Helsinki, seorang peneliti ahli di bidang teori wacana dan pakar politik, polarisasi dan komunikasi, populisme dan demokrasi, tata kelola partisipatif lokal, dan perencanaan, mengatakan polarisasi politik merupakan alat politik yang diartikan untuk membatasi batas antara “kita” dan “mereka” dan untuk memata-matai kelompok yang dirasa sebagai tatanan moral. Pancasila sebagai falsafah negara dan pandangan hidup (way of life) apabila nilainya diimplementasikan bisa menjadi solusi dan tidak menimbulkan efek buruk polarisasi politik. Nilai-nilai yang tertera pada rumusan setiap sila yang ada pada Pancasila sebagai landasan filosofis yang dipercaya, dianggap serta diyakini (hakikat, nilai-nilai, dan norma-norma) yang paling konkret, paling baik, paling adil, paling bijaksana dan paling sesuai sebagai dasar NKRI. Menanamkan dan Mengimplementasikan Nilai Keharmonisan Bhineka Tunggal Ika NKRI adalah bangsa yang majemuk terdiri dari beraneka suku bangsa, ras, budaya, agama dan memiliki wilayah yang luas. Dalam merealisasikan kehidupan berbangsa, negara Indonesia memiliki pondasi yang dikenal dengan pilar-pilar kebangsaan atau 4 (empat) konsensus dasar berbangsa. Bhineka Tunggal Ika merupakan salah satu pilar kesepakatan dasar yang memiliki arti berbeda-beda tetapi satu. Keberadaan nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari Bhineka Tunggal Ika diantaranya nilai toleransi, nilai gotong royong, dan nilai keharmonisan. Partai Politik Sebagai Pendukung Tata Kelola Pemerintah dan Warga Negara yang Baik Partai politik mesti aktif dalam memainkan perannya karena parpol memiliki peran khusus agar pemilu dapat berjalan secara demokratis. Peranan parpol memposisikan parpol pada posisi pusat (political centrality). Posisi pusat ini mempunyai 2 dimensi : Pertama, Ketika parpol telah berhasil mengagregasikan segala kepentingan serta nilai yang ada di Masyarakat. Kedua, parpol merupakan satu-satunya bagian yang bisa menerjemahkan keperluan dan nilai dalam masyarakat menuju wadah legislasi dan kebijakan publik yang mengikat.   Polarisasi politik merupakan tantangan besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Tidak hanya menyangkut urusan politik, tetapi juga relasi sosial dan identitas warga. Dengan memahami definisi, faktor pemicu, dan cara mengatasinya, kita dapat mulai membangun ruang dialog yang lebih sehat dan memperkuat persatuan bangsa. Pada akhirnya, demokrasi yang kuat hanya dapat tercapai jika masyarakat mampu menghargai perbedaan dan mengedepankan kepentingan bersama.


Selengkapnya