Berita Terkini

80

Peran Strategis Saksi Partai dalam Menjaga Transparansi dan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemilu

Yahukimo - Pemilihan umum merupakan pilar utama demokrasi yang menentukan arah pembangunan bangsa. Untuk memastikan proses pemilu berlangsung sesuai asas LUBER dan JURDIL (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil), dibutuhkan berbagai unsur pengawasan. Salah satu unsur penting yang berada langsung di tingkat TPS adalah saksi partai. Saksi partai hadir sebagai perpanjangan tangan peserta pemilu untuk mengawasi jalannya pemungutan dan penghitungan suara, sekaligus memastikan bahwa setiap tahapan sesuai ketentuan perundang-undangan. Landasan Hukum Saksi Partai Keberadaan, tugas, hak, serta kewajiban saksi partai diatur secara jelas dalam beberapa regulasi nasional, yaitu: Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Beberapa ketentuan penting: Pasal 351: peserta pemilu berhak menugaskan saksi di TPS. Pasal 383–385: mengatur kewajiban, hak, dan tata cara saksi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara. Pasal 457: mengatur keberatan saksi dan mekanisme penyelesaiannya. PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) Ketentuan teknis yang mengatur tugas saksi antara lain: PKPU Nomor 25 Tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara. PKPU tentang Rekapitulasi (mengikuti regulasi pemilu yang berlaku pada tahun berjalan). Peraturan Bawaslu Mengatur mekanisme pelaporan pelanggaran serta kewenangan saksi dalam mengajukan keberatan. Regulasi tersebut memastikan saksi memiliki kedudukan legal yang kuat dalam proses pengawasan pemilu. Pengertian Saksi Partai Saksi partai adalah individu yang mendapatkan mandat resmi dari partai politik, pasangan calon, atau calon legislatif untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Saksi bertugas memastikan tidak terjadi pelanggaran, manipulasi, atau ketidaksesuaian prosedur. Tujuan Penugasan Saksi Partai Menjaga Transparansi Proses Pemilu Dengan adanya saksi di TPS, proses pemungutan dan penghitungan suara dapat diawasi secara langsung dan terbuka. Mencegah Pelanggaran dan Kecurangan Saksi merupakan unsur yang memperkuat integritas proses pemilu dengan mengawasi ketat setiap tahapan. Menjamin Akurasi Hasil Suara Saksi mencatat hasil secara mandiri dan membandingkan dengan dokumen resmi KPPS untuk memastikan akurasi data. Meningkatkan Kepercayaan Publik Kehadiran saksi memperkuat legitimasi pemilu karena hasilnya disaksikan oleh berbagai pihak. Tugas dan Kewajiban Saksi Partai Mengawasi Proses Pemungutan Suara Saksi memastikan: TPS dibuka sesuai waktu. Daftar pemilih digunakan dengan benar. Surat suara sah dan tidak rusak. Pemungutan suara berjalan tanpa tekanan atau intervensi. Mengawasi Penghitungan Suara Saksi bertugas mengamati: Jumlah surat suara yang digunakan, sisa, dan yang rusak. Pembacaan setiap surat suara secara transparan. Pencatatan perolehan suara pada formulir Model C-Hasil. Proses penandatanganan berita acara. Menyampaikan Keberatan Jika saksi menemukan ketidaksesuaian prosedur atau dugaan pelanggaran, saksi dapat menyampaikan keberatan secara lisan maupun tertulis kepada KPPS dan/atau pengawas TPS. Menandatangani Dokumen Resmi Saksi berhak: Menandatangani formulir Model C-Hasil. Menerima salinan resmi formulir tersebut sebagai bukti tertulis. Menjaga Ketertiban Saksi harus menjaga sikap profesional dan tidak mengganggu jalannya proses pemilu. Hak-Hak Saksi Partai Mendapat surat mandat sebagai bukti penugasan. Mendapat tanda pengenal dari KPPS. Berhak mengamati seluruh proses di TPS. Berhak menerima salinan Formulir C-Hasil. Berhak menyampaikan keberatan. Berhak atas perlindungan dan keamanan selama bertugas. Tantangan yang Dihadapi Saksi Partai Kurangnya Pengetahuan Teknis Sebagian saksi tidak memperoleh pelatihan yang memadai sehingga kurang memahami prosedur pemilu. Kondisi TPS yang Padat Keramaian di TPS dapat menghambat pandangan saksi untuk mengamati proses secara maksimal. Terbatasnya Alat Dokumentasi Saksi yang tidak dibekali alat tulis atau standar pencatatan berisiko kehilangan detail penting. Tekanan Mental dan Situasi Konflik Dalam beberapa kondisi, saksi dapat menghadapi tekanan dari lingkungan sekitar atau peserta pemilu lain. Rekomendasi Penguatan Peran Saksi Pelatihan Pra-Pemilu Partai politik perlu memberikan pelatihan mendalam mengenai prosedur pemungutan, penghitungan, dan pelaporan. Standarisasi Buku Saku Saksi Untuk memudahkan tugas, saksi perlu diberikan panduan tertulis yang ringkas dan jelas. Koordinasi dengan Pengawas TPS Saksi dapat berkolaborasi dengan pengawas TPS untuk memperkuat pengawasan. Penyediaan Perlengkapan Pendukung Saksi perlu membawa alat tulis, formulir catatan, dan perlengkapan dasar lainnya. Saksi partai merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas dan integritas pemilu. Dengan dasar hukum yang kuat dan peran yang strategis, kehadiran saksi di TPS memberikan kontribusi besar terhadap transparansi proses dan akuntabilitas hasil. Penguatan kapasitas saksi melalui pelatihan, koordinasi, dan penyediaan sarana pendukung menjadi langkah penting agar fungsi pengawasan pemilu di tingkat TPS berjalan efektif dan sesuai ketentuan.


Selengkapnya
425

Digitalisasi Pendidikan: Revolusi Belajar yang Mengubah Cara Mengajar di Indonesia

Yahukimo – Dunia pendidikan Indonesia sedang berada di tengah perubahan besar yang tak terhindarkan. Digitalisasi kini bukan hanya sekadar tren atau pilihan alternatif, tetapi telah menjadi arus utama yang membentuk bagaimana siswa belajar, bagaimana guru mengajar, dan bagaimana sekolah menjalankan sistem pendidikannya. Teknologi yang dahulu hanya menjadi alat bantu kini bertransformasi menjadi fondasi bagi pembelajaran yang lebih modern, fleksibel, dan inklusif. Digitalisasi memungkinkan kita menjangkau siswa di daerah terpencil, menghadirkan metode pembelajaran baru yang lebih interaktif, serta menyesuaikan materi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Inilah lompatan besar yang menjadi pondasi masa depan pendidikan Indonesia. Apa Itu Digitalisasi Pendidikan? Digitalisasi pendidikan adalah proses transformasi sistem pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan akses, mutu, dan efektivitas pembelajaran. Transformasi ini mencakup: penggunaan perangkat digital dalam proses belajar mengajar, administrasi sekolah berbasis sistem, komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua, penggunaan aplikasi pembelajaran daring, serta analisis perkembangan belajar siswa menggunakan data. Dengan kata lain, digitalisasi tidak hanya mengganti buku dengan layar, tetapi mengubah cara belajar menjadi lebih efisien, interaktif, dan personal. Revolusi Pembelajaran di Indonesia Peningkatan akses internet menjadi pemicu utama revolusi digital. Kehadiran platform pembelajaran daring seperti: Google Classroom Ruang Guru Moodle Zenius dan Learning Management System (LMS) sekolah memberikan ruang baru bagi guru untuk menyampaikan materi dengan lebih variatif. Guru dapat menggunakan video interaktif, simulasi, kuis digital, hingga modul modul pembelajaran yang bisa diakses kapan saja. Di sisi lain, siswa memiliki kesempatan lebih besar untuk mengatur ritme belajar mereka sendiri. Sistem digital memberikan umpan balik langsung, memungkinkan siswa mengetahui bagian mana yang sudah mereka kuasai dan apa yang perlu diulang. Perubahan ini membuat pembelajaran tidak lagi terpaku pada ruang kelas fisik. Materi dapat diakses oleh siswa dari rumah, perpustakaan, bahkan dari pelosok desa jika internet tersedia. Guru dan Peran Barunya di Era Digital Digitalisasi pendidikan menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif sekaligus adaptif. Guru tidak lagi hanya menjadi satu-satunya sumber ilmu, tetapi berperan sebagai fasilitator dan mentor dalam proses belajar siswa. Beberapa perubahan peran guru di era digital: Menyusun materi pembelajaran yang lebih interaktif. Memanfaatkan data dari platform digital untuk menganalisis perkembangan siswa. Menggunakan media pembelajaran modern seperti video animasi, infografis, dan simulasi. Memberikan pendampingan lebih personal berdasarkan kemampuan siswa. Menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring (blended learning). Tuntutan baru ini memerlukan pelatihan dan pendampingan. Pemerintah bersama sekolah mulai menyediakan berbagai pelatihan literasi digital bagi guru untuk meningkatkan kemampuan teknologi mereka. Infrastruktur dan Kesiapan SDM Sehebat apa pun teknologi, digitalisasi pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa infrastruktur yang memadai. Ini menjadi tantangan utama Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas. Tantangan utama digitalisasi pendidikan: Akses internet tidak merata Banyak wilayah terpencil, terutama di Papua, Maluku, dan pedalaman Kalimantan, masih kesulitan mendapatkan jaringan yang stabil. Ketersediaan perangkat digital Tidak semua siswa memiliki smartphone atau laptop. Banyak keluarga masih harus berbagi perangkat. Kesiapan guru dan sekolah Tidak semua guru terbiasa menggunakan teknologi. Banyak sekolah juga belum memiliki sistem digital berbasis tahapan yang jelas. Literasi digital orang tua Orang tua yang tidak paham teknologi sering mengalami kesulitan mendampingi anak belajar. Meskipun demikian, pemerintah terus melakukan berbagai program seperti penyediaan jaringan internet, bantuan laptop dan perangkat digital, serta pelatihan teknologi untuk guru dan tenaga kependidikan. Peluang Besar di Balik Tantangan Di balik berbagai hambatan, digitalisasi pendidikan membuka peluang sangat besar bagi dunia pendidikan Indonesia. Beberapa peluang tersebut antara lain: Akses ke sumber belajar global Siswa dapat belajar dari video, e-book, dan modul dari berbagai negara. Pembelajaran lebih kreatif dan menarik Game edukasi, animasi, dan simulasi membuat siswa lebih aktif. Evaluasi pembelajaran lebih akurat Data digital membantu guru memahami kemampuan siswa secara mendalam. Administrasi sekolah menjadi lebih efisien Absensi, rekap nilai, hingga rapor bisa dilakukan secara otomatis. Mendorong munculnya inovasi teknologi pendidikan Banyak startup EdTech bermunculan dengan solusi kreatif. Digitalisasi pada akhirnya membuat pembelajaran lebih inklusif dan tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu, dan lokasi geografis. Menyiapkan Generasi Melek Teknologi Para ahli pendidikan menilai, digitalisasi tidak hanya soal alat, tetapi tentang menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan global. Anak-anak yang sejak dini terbiasa dengan teknologi akan lebih adaptif, kritis, dan kreatif. Mereka tidak hanya belajar tentang teknologi, tetapi juga dengan teknologi. Inilah yang menjadi fondasi penting Indonesia dalam membangun masa depan pendidikan yang berkualitas. Digitalisasi pendidikan telah menjadi tonggak penting dalam revolusi pembelajaran di Indonesia. Perubahan ini bukan sekadar bentuk modernisasi, tetapi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses, dan memberikan peluang belajar yang lebih baik bagi seluruh anak bangsa. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, Indonesia dapat bergerak menuju sistem pendidikan yang lebih inklusif, fleksibel, dan berbasis teknologi. Sebuah masa depan yang memberi harapan besar bagi generasi muda untuk bersaing di dunia global.


Selengkapnya
150

Hymne Guru: Sejarah, Makna Lirik dan Perannya dalam Dunia Pendidikan

Yahukimo - Guru adalah seseorang yang mengapdikan dirinya sebagai tenaga pengajar masa depan generasi penerus bangsa. Tugas guru bukan hanya mengajar melainkan melatih, membimbing, dan memberikan motivasi atau dorongan kepada murid nya. Hari guru diperingati setiap tanggal 25 November memiliki sejarah panjang karena hal itu berkaitan dengan lahir nya Persatuann Guru. Pada tahun 1912, guru-guru pribumi zaman Belanda mendirikan organisasi perjuangan bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Anggota dari PGHB tersebut adalah para tenaga pendidik yaitu guru. Namun, seiring berjalan nya waktu pada tanggal 24-25 November 1945, mereka menggelar kongres Guru Indonesia di Surakarta. Isi dari kongres tersebut adalah mereka para tenaga pendidik bersepakat untuk menghapus segala perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah politik serta agama dan juga suku yang ada. Selain itu, mereka mendirikan juga sebuah organisasi yang bernama Persatuan Guru Republik Indonesia atau biasa dikenal dengan PGRI. Sejak saat itu, setiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari guru Nasional. Lirik Lagu Hymne Guru Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak Guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku Sebagai prasasti terimakasihku tuk pengabdianmu.   Engkau sebagai pelita dalam kegelapan Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau patriot pahlawan Bangsa Tanpa tanda jasa. Sejarah lagu Hymne Guru Lagu hymne guru diciptakan oleh Sartonno pada tahun 1980-an. Judul  lagu dari hymne guru tersebut adalah ”Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Lagu hymne in diciptakan sebagai tanda penghargaan kepada para guru yang sudah berjuang mendidik para genenrasi penerus bangsa. Sartono adalah seorang mantan guru musik dari yayasan Swasta yang berada di Kota Madiun, Jawa Timur. Sartono adalah satu-satunya guru seni musik yang mampu membaca not balok di daerahnya. Lagu hymne guru diciptakan sartono dengan bersiul sambil menuliskan nadanya ke dalam kerta, itu semua karena keterbatasan alat musik pada saat itu. Pada hari pendidikan nasional pada tahun 1980, sartono mengikuti perlombabaan yang diadakan oleh negara dan Sartono menciptakan lagu mengenai pendidikan. Akhirnya, melalui lomba tersebut  Sartono berhasil menjadi pemenang dan lagu ciptaan nya tersebut pun haitu Hymne Guru ”Pahlawan tanpa tanda jasa” menjadi lagu nasional yang sampai saat ini kita nyanyikan. Makna Lagu Hymne Guru Dari lavu hymne guru tersebut, dapat menggambarkan beberapa hal yaitu: Pentingnya peran guru dalam mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa. Seorang guru dianggap sebagai penerang bari para muridnya yang haus akan pengetahuan dan murid yang penuh ketidaktahuan. Guru sebagai sarana pengantar dan penagarah bagi para siswa. Seorang guru tidak hanya sebagai pengantar ilmu pengetahuan, melainkan sebagai pendidik yang memberikan kesan moral bagi para siswanya. Guru mampu menuntun kita dalam menggapai potongan-potongan mimpi yang kita miliki Perannya dalam Dunia Pendidikan Hymne guru memiliki posisi yang penting di Indonesia. Lau hymne guru ini bukanhanya sebagai nyanyian biasa, melainkan terdapat nilai moral di dalamnya. Peran dari hymne guru terhadap dunia pendidikan adalah sebagai berikut: Menguatkan dan memotivasi guru untuk tetap semanagat dalam membimbing dan mengajar siswa dan guru juga merasa dihargai. Sebagai bentuk penghormatan kepada guru sebagai guru yang telah membimbing dan mengayomi murid. Menumbuhkan rasa hormat terhadap guru. Memperkuat karakter kebangsaan dan juga membangun suasana emosional dan spiritual dalam upacara pendidikan. Menanmkan nilai keteladan nan pengabdian bangsa. Menjadi seorang guru tidaklah mudah. Guru tidak hanya mempersiapkan ilmu tetapi juga harus menyiapkan mental dan tenaga yang kuat dan hati yang ikhlas dalam mendidik.


Selengkapnya
94

Pendidik Tanpa Batas: Dedikasi Guru Pedalaman untuk Masa Depan Bangsa

Yahukimo - Guru memberikan pengabdian yang luar biasa bagi bangsa dan negara terutama guru pedalaman. Guru pedalaman adalah seorang profesi guru yang mengajar di daerah pedalaman atau terpencil. Banyak kisah perjuangan yang dapat kita terima dari guru-guru pedalaman. Para pendidik menjalankan tugas dan berkehidupan dengan situasi yang terbatas. Guru-guru yang ada di daerah pedalaman mengabdikan diri dengan sepenuh hati menjadi pengajar untuk mencerdaskan anak-anak bang sa yang berada di daerah pedalaman atau terpencil. Tantangan Guru Pedalaman Wilayah pedalaman adalah suatu daerah yang jauh dari pusat kota. Ada juga beberapa yang tersembunyi di balik hutan, pegunungan dan juga dibalik pulau-pulau kecil yang berada di Indonesia sehingga menjadi guru pedalaman tidaklah mudah, para guru harus melewati beberapa tantangan. Berikut beberapa tantangan dari guru pedalaman: Adanya tantangan geografis dan keterbatasan sarana dan prasarana. Bagi wilayah pedalaman, banyak guru-guru yang terkadang harus berjalan jauh untuk menempuh sekolah. Sarana pendidikan yang terbatas seperti kekurangan buku pelajaran, listrik, internet dan bahkan gedung sekolah yang tidak layak huni. Keterbatasan teknologi dan informasi sehingga proses pembelajara secara modern tidak dapat dilaksanakan. Kurangnya tenaga pendidik yang mau mengabdi sebagai guru pedalaman. Shingga itu membuat para pendidi yang sudah melayani di pedalaman kesulitan dalam berbagi kelas dan tugas. Adanya keterbatasan ekonomi dari siswa sehingga terkadang proses belajar sulit unutk dilaksanakan. Adanya kondisi sosial dan budaya yang beragam sehingga guru pedalaman harus mampu beradaptasi dengan lingkungan, bahasa dan tradisi masyarakat yang ada. Dukungan Yang Dibutuhkan Guru Pedalaman Guru pedalaman membutuhkan dukungan lebih dari pemerintah dan masyarakat seperti: Pelatihan yang diberikan kepada guru pedalaman Dukungan teknologi pendidikan yang baik Akses transportasi yang memampukan para guru dan siswa Sarana dan prasarana mengajar yang layak dipergunakan Serta insentif bagi guru pedalaman. Para guru mengabdi di pedalaman adalah bukti bahwa guru adalah profesi yang mengabdi tanpa tanda jasa. Guru pedalaman adalah ujung tombak dari pemerataan pendidikan nasional. Tanpa danya guru pedalaaman, anak-anak di daerah terpencil akan kehilangan kesempatan untuk belajar dan juga mencapai cita-citanya. Keberadaan guru menjadi jembatan bagi anak-anak yang berada di wilayah terpencil.


Selengkapnya
115

Inspirasi Puisi Hari Guru Nasional 2025 untuk Guru Tercinta

Yahukimo - Guru merupakan sebuah profesi yang sangat mulia. Karena hal itu, di Indonesia hari guru dirayakan pada 25 November setiap tahun nya. Sejatinya, para siswa akan memberikan apresiasi mereka dengan memberikan kado dan ucapan terimakasih. Ucapan tersebut dapat diutarakan dengan beberbagai cara seperti kata inspiratif dan quotes. Namun, banyak juga siswa yang mengutarakan apresiasi dan ucapan terimakasih mereka kepada guru dengan memberikan atau menulis puisi. Berikut beberapa rekomendasi puisi untuk guru tercinta.  Lentera di Ruangan Kelas Kau redupkan lelahmu, Agar terang kami tumbuh. Selamat Hari Guru. Guruku Hebat, tak butuh jubah dan tak butuh sotoran Cukup sabar dan kasihmu, kami tahu kaulah pahlawan. Setiap nasihatmu jadi kompas, Setiap senyummu jadi semangat Selamat Hari Guru! Cinta dari guruku, begitu luar biasa Kau tak pernah meminta balas Cukup lihat kami siswa mu berhasil, Itulah kebahagian sejatimu. Terimakasih atas segala pengabdianmu. Terang di tengah gelap, kau cahaya di lorong belajar. Menyulut api semanagat di setiap langkah kecil. Pena dan papan tulis adalah alat sederhanamu Tapi dari mu dan alat mu lahir masa depan Bangsa. Dalam dekap dan erat di bihul lelap Langkah kakimu telah pecah di dalam leach Berkubang segala lantang Tentang suara yang tak jua pikiran siang Bertekak membentuk luka, bertukak hingga kau tersiksa Setelah riuh terkujuh subuh, kau masih hangat menyeduh tadah. Tentangmu Sebatas menulis rindu di lembar buku Adalah sendu Sekedar bermadah kesah di mulut basah Adalah salah Tentangmu Sekuntum mawar di tengah rimba Semerbak aroma penuh serlah Kala kebodohan membelenggu diri Akan aksara yang tak dapat dimengerti Engkau datang memberi arti Dengan baswara bagai indurasmi Harsa datang menghampiri, terbaluti kilauan lentera suci. Saat engkau basmi buta aksara kami Persistensi membimbing diri ini Menjadikan diri berbudi pekerti Kau lakukan semua tanpa pamrih Terimakasih atas jasamu, Guru. Dari masa menuju masa Dari asa menjadi nyata Tidak akan pernah hilang dalam sejarah Para pahlawan tanpa tanda jasa Ilmunya seluas samudera Ketulusannya setulus cinta Hidup tanpa kehadirannya Kita berada dalam neraka buta kasara Tak pernah lelah dalam berjasa Dirinya selalu menjadi simbol kehidupan manusia Terimakasih wahai pahlawan aksara.  Dalam sunyi keriuhkan pinta sepenuh hati Agar beban mengabdi  tak lai menjadi perih Dalam sepi kuteriakkan cinta segenap rasa Bukan karena ingin mengais nama Tapi, semi putra-putri bangsa dan negara Mencoba berdamai dengan gemuruh isi kepala Kebijakan silih berganti seiring pergantian purnama Sedikit celah saja kami menjadi tersangka Namun kami tidak goyah, tawa mereka memberi napas panjang di setiap dahaga Sejenak mengistirahatkan raga Duduk bersama ilang dan bebatuan Meskipun mata ini terpejam Dalam benak berkata, Apa kabar mereka? Hari guru merupakan moment yang sangat istimewa untuk memberikan apresiasi kepada para pendidikan yang telah memberikan waktu dan tenaga serta kasih sayangnya dalam membimbing generasi masa depan. Makna memberikan motivasi pada saat ahri guru adalah sebagai bentuk penghormatan siswa kepada gurunya. Puisi untuk hari guru adalah suatu kekuatan emosional dan simbolis yang cukup besar. Puisi yang diberikan bukan hanya sebuah kata-kata melainkan karya sastra dan wujud rasa hormat kepada para pendidik.


Selengkapnya
694

Makna Lirik Mars PGRI: Lagu Kebanggaan Guru Indonesia

Yahukimo - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) adalah suatu kumpulan guru yang terjadi sejak kongres guru di Indonesia. Jiwa pengabdian dan tekad perjuangan serta semangat kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dippertahanka dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) adalah organisasi yang menaungi guru dan para tenaga pendidik. Organisasi ini dibentuk melalui kongres guru Indonesia di Surakarta pada 25 November 1945. PGRI memiliki suatu visi dan misi bahkan mars tersendiri. Mars PGRI merupakan sebuah lagu yang dicptakan untuk membangkitkan semangat juang dan identitas PGRI. Lagu PGRI biasanya dinyanyikan secara seremonial. Mars PGRI tersebut bukan hanya sebuah lagu melainkan sebagai simbol solidaritas dan dedikasi yang diberkan guru kepada negara Indonesia. Mars PGRI diciptakan oleh Basuki Endropranoto, kelahiran Karanganyer, Jawa Tengah. Beliau pernah menjadi guru di berbagai daerah seperti banjarnegara, Plaju dan Palembang. Mars PGRI diresmikan pada saat Kongres PGRI yang ke VI yang diadakan di Jwa timut pada tanggal 24-30 november 1952. Lirik Mars PGRI PGRI abadi, tetap mempersatukan diri Dengan nama nan sentosa Lahir negara kita Wahai kaum guru semua Bangunkan rakyat dari g’lita Kita lah penyuluh bangsa Pembimbing melangkah ke muka Insyaflah ’kan kewajiban kita Mendidik mengajar praputra Kita lah pembangun jiwa Pencipta kekuatan negara PGRI abadi Bernaung di bawah sang panji Sinar surya nan merata Anggotanya bersama Insyaflah ’kan kewajiban kita Mendidik mengajar praputra Kita lah pembangun jiwa Pencipta kekuatan negara Makna Mars PGRI Lirik dari mars PGRI bukan hanya sebuah lirik, melainkan simbol dari persatuan para guru yang memberikan pengetahuan kepada anak-anak generasi penerus bangsa.mars PGRI memiliki bebrapa makna, dimana diantaranya adalah: Menjunjung tinggi nama baik Guru Beberapa bagian lirik pada lagu mars PGRI menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat profesi guru. Dimana dalam lirik mengandung pesan harus menjaga integristas dan profisionalisme dalam menjalankan tugasnya. Dedikasi untuk mencerdaskan bangsa Makna lain yang kuat dalam lagu ini adalah tekad guru untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah untuk bangsa Indonesia. Keteguhan dalam menghadapi tantagan Mars PGRI juga terdapat lirik untuk perjuangan, dimana seluruh PGRI diajak agar tetap tegar, kuat dan juga optimis dalam menjalankan tugas mereka masing-masing. Dari hal tersebut diarahkan untuk bergerak maju dan pantang menyerah. PGRI sebagai wada perjuangan Lirik pada mars PGRI memberikan penghormatan pada organisasi PGRI sebagai wujuduh dari rumah perjuangan para pendidik bangsa Indonesia. Keberadaan PGRI dipandang sebagai tempat untuk memperjuangkan hak, membangun kebersamaan, dan meningkatkan kualitas profesi guru yang di di dunia terutama negara Indonesia. Mars PGRI bukan hanya sekedar lirik dan lagu, namun di dalam lagu mars tersebut terdapat banyak makna dan simbol semangat serta dedikasi guru Indonesia. Makna lirik mencakup perjuangan dan persatuan bangsa. Setiap penggalan lirik mengingatkan kita bahwa guru adalah salah satu cahaya yang mempu membimbing generasi bangsa dan negara Indonesia.


Selengkapnya