Berita Terkini

621

Mengenal Kata Salam dari Berbagai Suku di Papua

Salam adalah bentuk sapaan atau sebagai komunikasi yang umumnya diucapkan oleh masyarakat di Indonesia. Salam juga memiliki makna yang hangat serta penuh makna rasa hormat terhadap sesama masyarakat, persahabatan serta kedamaian. Bagi masyarakat Papua salam juga sangat berharga, Pupua memiliki beragam salam dari berbagai suku, diantaranya adalah : Salam Wa Wa Wa Salam ini berasal dari suku Dani, Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Saat mengucapkan salam ini Masyarakat sambil berjabat tangan dan saling senyum dan mengangguk satu sama lain. Salam wa…wa…wa…memiliki makna tanda perkenalan maupun tanda persahabatan. Salam Emoni Salam emoni berasal dari suku Kamoro, Mimika, Papua Tengah. Salam ini biasa digunakan sehari-hari dan juga menganduk kedekatan terhadap sesama. Salam Emoni memiliki makna halo dan apa kabar. Salam Aroha Salam Aroha berasal dari suku Sentani, Jayapura. Salam aroha digunakan untuk sapaan damai. Salam ini sering digunakan untuk percakapan yang penuh damai. Salam Wene Nene Salam ini berasal dari suku Yali, dimana makna nya adalah Salam Sejahtera atau biasa Salam Damai. Pada saat salam ini dengan saling genggaman tangan dan juga anggukan. Salam Nabe atau Nabe Moma Salam ini berasal dari suku Mee yang berarti halo atau selamat. Jika ada tambahan moma, menjadi Nabe Moma yang artinya Selamat Pagi atau biasanya salam yang lebih hangat dan lebih formal. Salam ini tidak hanya sebagai kata salam saja melainkan juga sebagai nilai-nilai luhur maksyarakat Papua. Mengenal dan menggunakan salam tersebut tidak hanya sebagai sapaan saja, melainkan sebagai penghormatan kepada sesama Masyarakat bahkan menghormati suku dan budaya serta simbol dari Papua.


Selengkapnya
213

Pelabuhan Logpon di Yahukimo Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Infrastruktur Strategis Penopang Perdagangan dan Distribusi Barang di Yahukimo   Kabupaten Yahukimo kini memiliki infrastruktur penting yang menjadi motor penggerak perdagangan dan perekonomian masyarakat, yaitu Pelabuhan Logpon. Terletak di kawasan strategis yang menghubungkan jalur sungai dan daratan, pelabuhan ini menjadi pintu masuk utama distribusi barang dan aktivitas perdagangan antarwilayah di Papua Pegunungan. tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendukung kelancaran pendistribusian logistik Pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo. Pelabuhan Logpon berfungsi sebagai gerbang logistik dan ekonomi, mempermudah arus keluar-masuk kebutuhan pokok, bahan bangunan, serta hasil bumi dari masyarakat Yahukimo. Keberadaannya menjadikan wilayah ini semakin terbuka dan terhubung dengan kabupaten-kabupaten tetangga, seperti Pegunungan Bintang, Asmat, dan Boven Digoel. Pelabuhan Logpon Jadi Sarana Penting KPU Yahukimo Distribusikan Logistik Pemilu Selain berperan dalam bidang ekonomi dan perdagangan, Pelabuhan Logpon kini menjadi titik vital bagi KPU Kabupaten Yahukimo dalam menyalurkan logistik Pemilu ke berbagai distrik. Sebagaimana diketahui, kondisi geografis Yahukimo yang luas dan bergunung membuat distribusi logistik sering menghadapi tantangan, terutama saat cuaca ekstrem dan keterbatasan transportasi udara. Pelabuhan ini telah membantu memperlancar pengiriman berbagai kebutuhan logistik Pemilu, seperti kotak suara, bilik suara, surat suara, dan perlengkapan lainnya. Dengan adanya Pelabuhan Logpon, kami bisa memanfaatkan jalur laut untuk membawa logistik Pemilu dari Jayapura menuju Dekai dengan lebih cepat dan efisien. Ini sangat membantu kami dalam memastikan distribusi berjalan tepat waktu dan aman. KPU Yahukimo bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, TNI/Polri, serta masyarakat setempat dalam menjaga kelancaran distribusi dan keamanan logistik Pemilu melalui pelabuhan tersebut. Pemkab Yahukimo yang telah memfasilitasi pemanfaatan Pelabuhan Logpon. Infrastruktur ini benar-benar menjadi penopang penting bagi suksesnya penyelenggaraan Pemilu di daerah dengan topografi menantang seperti Yahukimo. Akses Baru, Harapan Baru bagi Masyarakat Yahukimo Pelabuhan Logpon mulai beroperasi secara bertahap sejak pertengahan tahun 2025 dan telah melayani kapal-kapal barang ukuran menengah dari beberapa daerah di pesisir selatan Papua. Pembangunan pelabuhan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghubungkan kawasan pesisir dan pedalaman yang selama ini sulit dijangkau karena keterbatasan infrastruktur. Keberadaan pelabuhan ini akan memberikan dampak signifikan bagi perputaran ekonomi di tingkat lokal. Selama ini, harga bahan pokok dan material bangunan di Yahukimo relatif tinggi karena ongkos distribusi yang besar melalui udara. Kini, dengan jalur laut melalui Pelabuhan Logpon, biaya logistik bisa ditekan hingga 40%, dan itu langsung dirasakan masyarakat. Pelabuhan Logpon juga akan menjadi simpul logistik utama yang mendukung proyek-proyek pembangunan daerah, termasuk penyediaan bahan konstruksi, alat berat, serta hasil bumi dari wilayah pegunungan yang dapat dikirim keluar daerah dengan lebih mudah. Dukungan Pemerintah Daerah dan Kolaborasi Pusat Pelabuhan Logpon merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Tanah Papua. Pelabuhan Logpon bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi simbol keterhubungan dan harapan bagi masyarakat Yahukimo. Pemerintah Daerah berkomitmen untuk memastikan pelabuhan ini berfungsi optimal, mendukung kegiatan ekonomi, dan membuka peluang bagi investor lokal maupun nasional. Selain sektor perdagangan dan logistik, pelabuhan ini juga diharapkan mendorong berkembangnya sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata lokal. Pemerintah daerah telah menyiapkan rencana zonasi kawasan pelabuhan agar pemanfaatannya dapat berjalan terarah dan berkelanjutan. Langkah Menuju Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Yahukimo berencana mengembangkan kawasan Pelabuhan Logpon menjadi pusat kegiatan ekonomi terpadu yang terhubung dengan jaringan transportasi darat menuju distrik-distrik sekitar. Pembangunan akses jalan penghubung dan gudang penyimpanan logistik tengah disiapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas pelabuhan. Dengan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, pelaku usaha, dan masyarakat, Pelabuhan Logpon diharapkan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi di Papua Pegunungan.


Selengkapnya
92

KPU Kabupaten Yahukimo Gaungkan Hidup Sehat Lewat Kegiatan Badminton Rutin Setiap Pekan

Dalam upaya menumbuhkan semangat hidup sehat di lingkungan kerja, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo menggelar kegiatan olahraga rutin berupa pertandingan badminton setiap pekan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat  KPU Yahukimo sebagai wujud komitmen dalam menjaga kebugaran tubuh sekaligus mempererat kebersamaan antar pegawai. Sekretariat KPU Kabupaten Yahukimo, menyampaikan bahwa olahraga tidak hanya menjadi sarana menjaga kesehatan fisik, tetapi juga membangun semangat kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh staf. “Kami ingin menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan penuh semangat. Badminton menjadi pilihan karena olahraga yang banyak diminati, menyenangkan, dan bisa mempererat hubungan antarpegawai,” Kegiatan olahraga rutin ini dilaksanakan setiap akhir pekan di lapangan indoor PTC. Tak hanya sekadar berolahraga, suasana penuh semangat dan kekeluargaan tampak jelas di setiap pertandingan. Para peserta saling menyemangati satu sama lain, menjadikan olahraga ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sarana untuk melepas penat setelah menjalani rutinitas kerja yang padat. Selain menjadi bagian dari program internal KPU Kabupaten Yahukimo, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh positif. Melalui semangat “Sehat Bersama KPU kabupaten Yahukimo,” lembaga penyelenggara pemilu ini ingin mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan aktif dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai penyelenggara pemilu, kami dituntut untuk bekerja dengan tanggung jawab tinggi dan stamina yang prima. Karena itu, menjaga kesehatan menjadi hal penting agar kami bisa melayani publik dengan maksimal,” tambah salah satu pegawai KPU Kabupaten Yahukimo. Kegiatan badminton rutin ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat komunikasi dan kerja sama tim. Dengan suasana santai namun sportif, para pegawai dapat berinteraksi lebih akrab di luar rutinitas pekerjaan formal, sehingga menciptakan harmoni dan semangat kolektif dalam menjalankan tugas kelembagaan. Melalui kegiatan olahraga ini, KPU Kabupaten Yahukimo menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas, tetapi juga sebagai instansi yang peduli terhadap kesejahteraan dan kesehatan pegawainya. Dengan semangat hidup sehat yang terus digaungkan, KPU kabupaten Yahukimo berharap budaya olahraga dapat menjadi bagian dari gaya hidup seluruh pegawai.


Selengkapnya
90

Belajar Demokrasi: Mengenal Pengertian, Tujuan dan Fungsi Partai Politik

Apa Itu Partai Politik? Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, Parpol didefinisikan sebagai: Organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan kepentingan anggota, masyarakat, bangsa, dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Di Indonesia, keberadaan Parpol dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan diatur lebih lanjut oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011. KPU Yahukimo, sebagai penyelenggara Pemilu, bertugas memastikan Parpol memenuhi syarat untuk menjadi peserta Pemilu. Tujuan dan Fungsi Partai Politik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik, tujuan Parpol terbagi menjadi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum Partai Politik adalah: mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;  menjaga dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;  mengembangkan kehidupan demokrasi berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan  mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.   Tujuan khusus Partai Politik adalah: meningkatkan partisipasi politik anggota dan Masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan;  memperjuangkan cita-cita Partai Politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan  membangun etika dan budaya politik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam sistem demokrasi Partai Politik memiliki beberapa fungsi yang wajib dilaksanakan Partai Politik sesuai amanat undang-undang yaitu: pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat; penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara; partisipasi politik warga negara Indonesia; dan rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalui mekanisme demokrasi dengan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender. Belajar demokrasi bukan soal memilih dalam Pemilu, tetapi juga memahami tujuan dan fungsi Partai Politik. Dengan mengenal tujuan dan funngsi Partai Politik, masyarakat bisa menjadi pemilih yang cerdas, aktif, dan kritis karena demokrasi sejati hanya dapat terwujud dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.


Selengkapnya
121

Rumah Adat Buku Subu di Yahukimo yang Menjadi Simbol Persatuan dan Kearifan Lokal

Kabupaten Yahukimo di wilayah Pegunungan Papua dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya yang menakjubkan, tetapi juga karena kekayaan budayanya yang unik. Salah satu warisan budaya yang paling menonjol adalah rumah adat Buku Subu, simbol identitas, persatuan dan kebijaksanaan masyarakat Yahukimo yang diwariskan secara turun-temurun. Rumah adat Buku Subu memiliki nilai historis dan sosial yang tinggi. Bagi masyarakat Yahukimo, Buku Subu bukan sekadar tempat tinggal tetapi juga pusat kehidupan adat, tempat bermusyawarah, dan lambang keharmonisan antarwarga.  Keindahan Arsitektur Tradisional yang Sarat Makna Rumah adat Buku Subu memiliki bentuk dan struktur yang sangat khas serta sarat makna filosofi kehidupan masyarakat Yahukimo. Setiap elemen pembangunnya mencerminkan kearifan lokal dan kedekatan manusia dengan alam sekitarnya. Konstruksi: Dibuat dari kulit kayu, diperkuat dengan kayu buah, dan diikat dengan tali rotan, tanpa bahan logam, menunjukkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan alam secara bijak. Ukuran: Tingginya sekitar 4,50 meter, dengan panjang 8,60 meter dan lebar 4,90 meter, ukuran yang ideal untuk menampung berbagai kegiatan adat dan sosial masyarakat. Penyangga: Ditopang oleh pohon jambu hutan sebagai penyangga utama, serta dua tiang di depan dan satu tiang di belakang yang melambangkan keseimbangan dan kekuatan. Bentuk: Berbentuk tertutup dengan dua pintu di bagian depan dan belakang, tanpa jendela maupun ventilasi udara. Desain ini berfungsi menjaga kehangatan di wilayah pegunungan yang sejuk. Setiap unsur dari Buku Subu memiliki filosofi mendalam tentang keteguhan, persatuan, dan perlindungan, nilai-nilai yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Yahukimo hingga kini. Simbol Persatuan dan Kehidupan Sosial Masyarakat Yahukimo Lebih dari sekadar bangunan adat, Buku Subu merupakan simbol persatuan antarwarga. Di sinilah masyarakat berkumpul untuk bermusyawarah, memutuskan perkara adat, hingga melaksanakan upacara tradisional. Buku Subu menjadi tempat di mana nilai-nilai demokrasi lokal telah hidup dan diterapkan jauh sebelum sistem demokrasi modern hadir di Indonesia. Filosofi yang terkandung dalam Buku Subu mengajarkan pentingnya kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur. Nilai-nilai ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Yahukimo yang damai dan harmonis. KPU Kabupaten Yahukimo Ajak Masyarakat Jaga Warisan Leluhur Menjaga warisan budaya seperti Buku Subu sebagai bagian dari memperkuat identitas daerah. Nilai-nilai yang hidup di dalam Buku Subu, seperti musyawarah, gotong royong, dan persatuan sangat relevan dengan semangat demokrasi yang dijalankan dalam setiap penyelenggaraan pemilu. KPU Kabupaten Yahukimo menilai bahwa semangat kebersamaan yang diwariskan melalui budaya Buku Subu dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam membangun kehidupan yang rukun dan demokratis. Menjaga Buku Subu untuk Generasi Mendatang Melestarikan rumah adat Buku Subu berarti melestarikan sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Yahukimo. Melalui dukungan pemerintah daerah, lembaga adat, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Buku Subu akan tetap berdiri kokoh sebagai simbol kebanggaan, persatuan, dan jati diri masyarakat Yahukimo bagi generasi yang akan datang.


Selengkapnya
1213

Tanah Papua sebagai Daerah dengan Bahasa Daerah Terbanyak di Indonesia

Bahasa daerah Papua merupakan sebuah kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Ratusan bahasa yang berkembang mencerminkan warisan leluhur masyarakat Papua yang memiliki keunikan identitas, tradisi, dan nilai-nilai turun-temurun. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terdapat 326 bahasa di Papua. Fakta Menarik mengenai Bahasa di Papua Rumpun Bahasa Penduduk Papua secara umum terbagi menjadi dua rumpun bahasa berdasarkan pembagiannya. Dua rumpun bahasa tersebut adalah bahasa Austronesia dan bahasa non-Austronesia. Kelompok bahasa Austronesia disebut juga bahasa Melanesia, sedangkan bahasa non Austronesia disebut bahasa Papua. Jumlah Bahasa Dalam dua rumpun bahasa ini di dalamnya terbagi lagi menjadi bahasa-bahasa lokal yang berjumlah 326 bahasa lokal.  Fakta ini semakin memperkuat bahwa Tanah Papua memiliki bahasa daerah terbanyak di Indonesia dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Penutur Bahasa dan Pengelompokannya Penutur bahasa Austronesia terdapat pada masyarakat di daerah pantai misalnya bahasa Biak, bahasa Wandamen, bahasa Waropen, dan bahasa Maya. Sedangkan untuk penutur bahasa non Austronesia terdapat pada penduduk di daerah pedalaman dan di pegunungan tengah.


Selengkapnya