Berita Terkini

80

Pakta Integritas PPK/PPD: Wajib atau Hanya Sebuah Pajangan ?

Yahukimo – Pakta Integritas (PI) adalah perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh seluruh jajaran penyelenggara Pemilu Ad Hoc (PPK di tingkat kecamatan dan PPD di tingkat desa/kelurahan). Dokumen ini berfungsi sebagai instrument formal untuk memperkuat komitmen etika dan profesionalisme mereka. Namun, seiring seringnya muncul kasus pelanggaran etik, baik karena intervensi politik, kesalahan administrasi, maupun godaan uang, muncul keraguan “Apakah Pakta Integritas bagi PPK/PPD benar-benar dipahami sebagai sumpah yang wajib ditaati, atau hanya selembar kertas yang harus ditandatangani – sebuah pajangan seremonial ?”. Pengertian Inti Pakta Integritas Pakta Integritas (PI) membuat dua dimensi komitmen utama, yaitu: Dimensi Negatif (Pencegahan): Pernyataan untuk TIDAK melakukan Tindakan tercela seperti Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), tidak menerima suap atau hadiah yang bertentangan dengan tugas, dan tidak memihak (non-partisan). Dimensi Positif (Kepatuhan): Janji untuk MELAKSANAKAN tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan, asas Pemilu (Langsung, Umum, Bebas, Jujur, Adil), dan menjunjung tinggi netralitas serta independensi. Secara esensi, PI merupakan sebuah Kontrak Etik yang memikat penyelenggara Ad Hoc untuk bertanggung jawab atas integritas proses Pemilu di wilayah kerjanya masing-masing. Mengapa Pakta Integritas Bersifat Wajib? Pakta Integritas memiliki sifat WAJIB karena ini merupakan pilar dasar dalam sistem pertanggungjawaban penyelenggara Pemilu. Landasan Hukum Pertanggungjawaban PI adalah turunan dari Sumpah Jabatan dan Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP). Pelanggaran terhadap salah satu poin dalam PI merupakan bukti awal yang kuat atas dugaan pelanggaran etik. Ini menjadi landasan bagi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk memproses dan menjatuhkan sanksi disiplin. Benteng Kredibilitas Pemilu PPK dan PPD adalah aktor kunci dalam tahapan krusial seperti rekapitulasi suara. Jika mereka tidak berintegritas maka seluruh proses dan hasil Pemilu akan cacat di mata hukum dan public. PI menjadi penegasan bahwa hasil Pemilu merupakan hasil kerja pihak yang netral. Tantangan di Lapangan Mengapa Sering Dianggap Pajangan ? Meskipun wajib, PI seringkali terasa hanya sebatas “pajangan” seremonial ketika berhadapan dengan realitas politik lokal, karena: Minimnya Internalisasi Nilai, Penandatangan PI sering dilakukan secara massal dan formalitas, tetapi kurang diikuti oleh pelatihan etika yang mendalam (internalisasi). Akibatnya, banyak anggota PPK/PPD tidak memahami sepenuhnya konsekuensi serius dari pelanggaran administrative atau kesalahan yang diakibatkan oleh tekanan lokal. Tekanan Politik Lokal, PPK dann PPD sangat rentan terhadap intervensi dari kepala daerah, tim sukses, atau tokoh politik setempat. PI terasa tidak berdaya jika tidak didukung oleh keberanian moral individu untuk menolak intervensi tersebut, apalagi jika tekanan itu disamarkan dalam bentuk bantuan atau reward (hadiah). Sanksi yang Tidak Efektif, jika pelanggaran etik terjadi, tetapi sanksi yang dijatuhkan dirasa terlalu ringan atau tidak memberikan efek jera, maka Pakta Integritas akan di pandang sebelah mata. Hal ini akan dianggap sebagai dokumen yang bisa dilanggar tanpa konsekuensi signifikan terhadap karier atau status sosial. Memastikan PI Berfungsi Maksimal Agar Pakta Integritas PPK/PPD tidak hanya berakhir di lemari arsip, diperlukan Upaya kolektif: Penguatan Moral, KPU perlu mengubah fokus pelatihan dari sekadar teknis menjadi penguatan nilai-nilai moral dan kesadaran akan tanggung jawab Sejarah. Transparansi Rekapitulasi, Menerapkan keterbukaan penuh dalam setiap proses rekapitulasi di PPK, dengan memaksimalkan peran saksi, Bawaslu, dan masyarakat untuk memverifikasi hasil. Dukungan Kelembagaan, KPU harus memastikan bahwa PPK/PPD bekerja dalam lingkungan yang professional, termasuk memberikan logistic yang memadai dan waktu kerja yang manusiawi, sehingga mengurangi potensi kesalahan akibat kelelahan atau mencari “jalan pintas”. Pakta Integritas PPK/PPD adalah wajib karena pada hakikatnya Pi merupakan kewajiban moral dan hukum yang vital, bukan hanya sebuah pajangan. Keberhasilannya terletak pada seberapa besar komitmen KPU dan Bawaslu dalam menjadikannya sebagai standar perilaku yang tak terkompromikan. Selama kontrak etik ini ridak ditegakkan secara konsisten, maka integritas Pemilu di tingkat akar rumput akan terus di pertanyakan, dan PI hanya akan menjadi ironi di tengah hiruk-pikuk pesta demokrasi.


Selengkapnya
76

KPU Pasca Putusan DKPP Membangun Kembali Kepercayaan di Tengah Isu Etika

Yahukimo – Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang menjatuhkan sanksi kepada komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia merupakan momen krusial yang menguji integritas dan kredibilitas Lembaga penyelenggara pemilu. Putusan etik ini, terutama yang berkaitan dengan isu-isu sensitif seperti proses pencalonan yang telah menimbulkan guncangan hebat pada citra KPU. Memicu pertanyaan besar mengenai netralitas dan profesionalisme mereka. Putusan ini bersifat final dan mengikat, yang artinya harus dilaksanakan oleh pihak terkait. Implikasi dari putusan DKPP dapat mencakup beberapa hal berikut: Sanksi etik; Tindak lanjut oleh lembaga terkait; Objek gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN); Pengaruh pada proses Pemilu; Pembelajaran dan perbaikan. Pasca putusan DKPP, tugas utama KPU bukan sekadar melanjutkan tahapan pemilu secara teknis, tetapi yang jauh lebih penting adalah membangun Kembali kepercayaan publik yang terkikis oleh isu etika. Kepercayaan ini adalah fondasi legitimasi seluruh proses demokrasi. Dampak Ganda Putusan Etik Keputusan DKPP yang mengonfirmasi adanya pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEEP) oleh komisioner KPU, meskipun sanksinya terbatas pada peringatan, tetap memilik konsekuensi yang serius, seperti: Erosi Kredibilitas Institusi: Sanksi etik secara langsung mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan profesionalisme. Hal ini membuat publik ragu terhadap kemampuan KPU untuk bertindak independent dan menjalankan tugas tanpa dipengaruhi kepentingan politik praktis. Hal ini menimbulkan dampak serius pada citra lembaga KPU. Cacat Moral Pemilu: Kasus pelanggaran etik yang berkaitan dengan tahapan krusial Pemilu, seperti penerimaan calon, dapat memberikan persepsi bahwa proses Pemilu secara keseluruhan memiliki cacat moral atau integritas, meskipun putusan DKPP secara hukum tidak membatalkan proses dan hasil yang sedang berjalan. Tekanan Internal dan Eksternal: KPU terus menghadapi tantangan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitasnya. Hal ini disebabkan oleh tekanan yang datang dari internal lembaga itu sendiri serta dari berbagai pihak luar, seperti masyarakat sipil, pengamat, dan partai politik. Strategi Membangun Kembali Kepercayaan Untuk memulihkan citra dan kepercayaan publik, KPU perlu mengambil langkah-langkah strategis dan nyata, tidak hanya di level pusat tetapi hingga ke tingkat daerah, antara lain: Transparansi dan Akuntabilasi Total, sebagai penyelenggara Pemilu, KPU harus memprioritaskan keterbukaan informasi publik. Hal ini mencakup kemudahan pemahaman terhadap setiap kebijakan, proses, dan dasar hukum. Selain itu, prinsip akuntabilitas harus ditegakkan, dimana setiap jajaran KPU bertanggung jawab penuh atas tindakan. Reformasi Internal dan Penegasan Etika Lembaga harus melakukan evaluasi yang menyeluruh terhadap prosedur internal yang rentan terhadap pelanggaran etik. Langkah-langkah yang bisa ditempuh antara lain: Merevisi dan memperketat Peraturan KPU (PKPU) agar dapat selaras dengan semangat KEPP dan dapat mencegah multitafsir yang dapat memicu polemic. Memberikan pelatihan etik secara berkelanjutan bagi seluruh jajaran penyelenggara Pemilu, dari pusat hingga tingkat ad hoc, untuk menanamkan pemahaman akan pentingnya netralitas dan independensi. Memperkuat fungsi pengawasan internal untuk mendeteksi potensi pelanggaran etik sejak dini. Komunikasi Publik yang Proaktif, sebagai respons terhadap putusan DKPP, KPU memiliki tanggung jawab untuk bersikap proaktif dan transparan. Pengakuan atas kelemahan dan komitmen kuat untuk perbaikan sangat diperlukan untuk memulihkan kepercayaan publik. Komunikasi yang cepat dan jujur adalah Langkah esensial untuk mencegah dampak negatif dari hoaks. Berkerja Sama dengan Pemangku Kepentingan, guna meningkatkan transparansi, KPU mesti membuka diri terhadap pengawasan dari pemantau Pemilu, akademis, dan masyarakat sipil. Masukan dari pihak luar ini krusial untuk menjaga kredibilitas akan akuntabilitas proses Pemilu. Putusan DKPP adalah “alarm keras” bagi KPU. Meskipun sanksi etik tidak membatalkan tahapan Pemilu, dampaknya terhadap kepercayaan publik sangat nyata. Membangun Kembali kepercayaan bukanlah pekerjaan semalam, melainkan proses berkelanjutan yang memerlukan komitmen moral yang tak tergoyahkan. Hanya dengan menjunjung tinggi netralitas, independensi, dan integritas, KPU dapat memulihkan marwahnya sebagai penjaga pilar demokrasi, memastikan bahwa setiap suara rakyat dihitung secara adil dan bermartabat.


Selengkapnya
575

Tanah Papua: Lagu dan Doa untuk Negeri yang Indah

Yahukimo, - Lagu Tanah Papua sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Papua. Dimana lagu ini memiliki makna yang sangat mendalam. Lirik lagu yang penuh makna dan doa menjadikan lagu ini sangat diminati di kalangan masyarakat papua. Lagu ini sering diputar pada saat acara-acara tertentu seperti hari perayaan, hari kemerdekaan maupun upacara adat. Lagu tanah papua ini juga menjadari pembentukan karakter bagi anak-anak papua, karen anilai-nilai yang terkandyng di dalamnya yang mengajarkan cinta tanah air dan rasa bersyukur terhadap karya Tuhan. Lagu tanah papua juga sering dijadikan latar music dalam video atau promosi keindahan alam di tanah papua. Sehingga melalui lirik lagu tersebut membangkitkan nilai emosi dan rasa kagum penonton terhadap keindahan alam pada tanah papua tersebut. Asal Usul Lagu Tanah Papua Lagu tanah papua ini diciptakan oleh Yance Rumbino, guru pedalaman papua. Yance Rumbino lahir 22 Juni 1953 di kota Sorong. Mulai tahun 1975, seumur hidup Yance baru pertama sekali menaiki pesawat, dimana pesawat yang dinaiki adalah jenis pesawat Twin Otter. Selama menempuh perjalanan di pesawat Yance melihat keindahan alam papua yang luar biasa. Yance menikmati kehidupannya selama di Intan Jaya, dengan mencari kehidupan yang layak dan mencari nafkah. Karena perjalanan hidupnya tersebut, Yance berniat membuat lagu untuk mengambarkan betapa Indahnya karya Tuhan terhadap tanah papua. Lirik Lagu Tanah Papua Disana pulauku, yang kupuja s’lalu Tanah papua pulau indah Hutan dan lautmu, yang membisu s’lalu Cenderawasih burung emas Reff : Gunung-gunung, Lembah-lembah Yang penuh misteri Kan kupuja s’lalu Keindahan alammu yang mempesona Sungaimu yang deras mengalirkan emas Syo.. Ya Tuhan .. Trima Kasih. Makna dari Lagu Tanah Papua lirik lagu tanah papua memiliki makna yang mendalam. Beberapa makna lagu tanah papua yaitu : Kecintaan terhadap alam lagu tanah papua ini mengutarakan bahwa tanah Papua menjadi anugerah Tuhan yang harus dijaga dan dilestarikan, karena keindahan alam yang menjadi simbol kesejahteraan masyarakat di tanah papua. Sebagai identitas Bagi masyarakat Papua, lirik lagu Tanah Papua adalah bentuk jati diri mereka. Identitas yang dimaksud adalah Papua yang memiliki budaya dan tanah yang luar biasa, atau biasa sering disebut tanah papua adalah tanah yang diberkati. Rasa Syukur Lirik lagu tanah papua adalah suatu ucapan Syukur masyarakat akan indahnya alam. Lirik ini menggambarkan cinta dan kebanggan masyarakat papua sehingga dengan lirik lagu tanah papua kita tidak hanya memuji keindahan bu,I cenderawasih melainkan menyuarakan cinta yang tulus kepada Negara Indonesia. Lirik lagu dari tanah papua ini berfungsi sebagai alat untuk mengingat bahwa karya Tuhan yang luar biasa menjadikan tanah papua ini menjadi tanah yang terberkati. Lagu ini juga dapat menjadi pengingat kolektif untuk menjaga kelestarian alam, tanah leluhur serta nilai-nilai adat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Motivasi lainnya dalam lagu ini taitu mengajak kita untuk merawat dan menjaga tanah papua seperti yang tergambar di lirik lagu tersebut. Ada banyak  Kesan dan pesan moral yang terdapat dalam lagu tersebut.


Selengkapnya
1343

Mengenal Lagu Papua dan Liriknya!

Yahukimo, - Papua bukan hanya sekeder wilayah yang kaya akan alam, kuliner dan rumah adat. Papua juga memiliki beragam lagu-lagu yang berasal dari daerah tersebut. Lagu-lagu yang berasal dari daerah papua takk hanya sebagai hiburan saja, melainkan lagu tersebut menyampaikan beragam pesan moral, cinta tanaha air dan rasa Syukur. Biasanya, lagu yang berasal dari daerah papua memiliki irama yang sederhana dan riang. Beberapa lagu-lagu tersebut adalah : Yamko Rambe Yamko Lagu ini sudah tidak asing lagi ditengah masyarakat. Arti dari lagu Yamko Rambe Yamko ini adalah mengenai semangat masyarakat papua untuk berjuang hidup. Lagu ini  juga cukup sederhana dan mudah untuk dinyanyikan oleh masyarakat. Berikut lirik lagu dari Yamko Rambe Yamko Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Teemi nokibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awe ade Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe rio Sajojo Lagu sajojo ini menceritakan tentang seorang gadis yang berparas cantik, dimana gadis ini sangat dikasihi oleh orang tuanya. Karena paras nya yang cantik, maka gadis ini pun menjadi kembang desa yang banyak dikejar atau dipinang oleh para pria. Berikut lirik lagu sajojo Sajojo, sajojo Yumanamko misa papara Samuna muna-muna keke Samuna muna-muna keke Sajojo, sajojo Yumanamko misa papara Samuna muna-muna keke Samuna muna-muna keke Kuserai, kuserai, rai-rai-rai-rai Kuserai, kuserai, rai-rai-rai-rai Inamgo mikim ye Kia sore, kiasa sore, ye-ye Inamgo mikim ye Kia sore, kiasa sore Apuse Lagu apuse juga menjadi salah satu lagu yang sangat dikenal oleh kalayangan masyarakat Indonesia. Arti lagu dari apuse ini adalah kerelaan seorang kakek kepada cucunya yang merantau ke negeri Doredi. Berikut lirik lagu dari apuse Apuse kokon dao Yarabe soren doreri Wuf lenso bani nema baki pase Apuse kokon dao Yarabe soren doreri Wuf lenso bani nema baki pase Arafabye aswarakwar Arafabye aswarakwar Tanah Papua Lagu tanah papua ini juga menjadari pembentukan karakter bagi anak-anak papua, karen anilai-nilai yang terkandyng di dalamnya yang mengajarkan cinta tanah air dan rasa bersyukur terhadap karya Tuhan. Berikut lirik lagu tanah papua Disana pulauku, yang kupuja s’lalu Tanah papua pulau indah Hutan dan lautmu, yang membisu s’lalu Cenderawasih burung emas Reff : Gunung-gunung, Lembah-lembah Yang penuh misteri Kan kupuja s’lalu Keindahan alammu yang mempesona Sungaimu yang deras mengalirkan emas Syo.. Ya Tuhan .. Trima Kasih.


Selengkapnya
168

Oleh-oleh Asli Masyarakat Papua yang Jadi Favorit Wisatawan

Papua tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya yang eksotis dan budaya yang kaya, tetapi juga dengan beragam oleh-oleh khas yang unik dan bernilai tinggi. Setiap kunjungan ke Tanah Papua rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang buah tangan yang mencerminkan keaslian dan kekayaan budaya masyarakatnya. Berikut beberapa oleh-oleh asli Papua yang menjadi favorit para wisatawan. 1. Noken, Tas Tradisional Penuh Makna Noken adalah tas anyaman khas Papua yang dibuat dari serat kulit kayu atau tali nilon. Tas ini tidak sekadar berfungsi sebagai wadah, tetapi juga memiliki makna sosial dan budaya yang mendalam. Noken melambangkan kehidupan, kerja keras, dan perdamaian bagi masyarakat Papua. UNESCO bahkan telah menetapkannya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Tak heran, banyak wisatawan yang memburu noken sebagai cenderamata unik penuh filosofi. 2. Kopi Arabika Wamena Bagi pecinta kopi, kopi Arabika Wamena adalah oleh-oleh yang wajib dibawa pulang. Kopi ini tumbuh secara alami di pegunungan tinggi Wamena tanpa pestisida, menghasilkan cita rasa lembut dengan aroma khas dan sedikit rasa manis alami. Banyak wisatawan menyebutnya sebagai salah satu kopi terbaik dari Indonesia Timur. Kemasan kopi Wamena kini juga sudah modern, sehingga mudah dibawa sebagai souvenir. 3. Ukiran Kayu Khas Asmat Suku Asmat dikenal di seluruh dunia lewat seni ukirnya yang memukau. Setiap ukiran kayu memiliki cerita dan makna spiritual tersendiri, menggambarkan hubungan manusia dengan alam dan leluhur. Patung-patung kecil, topeng, dan perhiasan kayu khas Asmat menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin membawa pulang potongan budaya Papua ke rumah mereka. 4. Batik Papua Walaupun batik identik dengan Jawa, Papua juga memiliki motif batik khas yang menggambarkan kekayaan flora, fauna, dan budaya lokal. Motif burung cenderawasih, tifa, dan ukiran Asmat sering muncul dalam desain batik Papua. Dengan warna-warna cerah dan eksotis, batik Papua menjadi oleh-oleh modis yang menggambarkan identitas daerah ini. 5. Mutiara dan Kerajinan Laut Raja Ampat Dari wilayah pesisir Papua Barat, terutama Raja Ampat, wisatawan bisa menemukan kerajinan tangan berbahan dasar laut seperti kerang, mutiara, dan batu karang. Aksesori seperti kalung, gelang, atau bros dari mutiara asli menjadi incaran banyak turis. Selain indah, setiap karya dibuat dengan tangan oleh pengrajin lokal yang menjaga keaslian dan nilai tradisional. 6. Martabak Sagu Apabila di daerah lain martabak hanya terkenal sebagai makanan sampingan,di Papua Barat, Martabak Sagu biasa disebut sebagai salah satu makanan yang mengenyangkan sebab bahan dasar sagu adalah makanan pokok masyarakat Papua. 7. Koteka Koteka tak lagi hanya digunakan oleh masyarakat Papua terutama Masyarakat Suku Dani sebagai aksesoris tradisional yang mereka gunakan, namun juga saat ini koteka merupakan salah satu incaran para traveler untuk dijadikan oleh-oleh khas Papua Barat. Oleh-oleh khas Papua bukan sekadar barang, tetapi juga simbol kebanggaan dan identitas budaya masyarakatnya. Dari noken hingga kopi Wamena, setiap suvenir membawa cerita tentang tanah yang kaya akan keindahan dan makna. Jadi, jika kamu berkesempatan mengunjungi Papua, jangan lupa membawa pulang sepotong keindahan Tanah Cenderawasih dalam bentuk oleh-oleh khasnya.


Selengkapnya
79

Penguatan Kapasitas Pengelolaan Barang Milik Negara di Lingkungan KPU Kabupaten Yahukimo

Yahukimo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo terus berupaya meningkatkan tata kelola Barang Milik Negara (BMN) agar lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam bidang pengelolaan BMN, yang menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kinerja kelembagaan dan kepercayaan publik terhadap KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang profesional. Meningkatkan Kompetensi dan Pemahaman SDM Pengelolaan Barang Milik Negara bukan sekadar soal pencatatan atau penyimpanan aset, tetapi juga menyangkut pemahaman mendalam terhadap regulasi, prosedur administrasi, dan prinsip akuntabilitas publik. Oleh karena itu, KPU Kabupaten Yahukimo secara berkala melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi pegawai, khususnya mereka yang bertugas di bagian keuangan. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman tentang siklus pengelolaan BMN mulai dari perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, hingga penghapusan barang. Dengan peningkatan kompetensi ini, diharapkan setiap pegawai mampu mengelola aset negara sesuai ketentuan yang berlaku dan menghindari potensi temuan di masa akan datang. Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai bagian dari transformasi digital, KPU Kabupaten Yahukimo juga memanfaatkan Aplikasi SIMAN V2 (Sistem Informasi Manajemen Barang Milik Negara) yang terintegrasi secara nasional. Melalui sistem ini, setiap data aset dapat diinput, dipantau, dan dilaporkan secara real-time. Kehadiran aplikasi ini membantu pegawai dalam melakukan inventarisasi dan pelaporan barang dengan lebih efisien serta mengurangi kesalahan manual dalam pencatatan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen KPU dalam mendukung prinsip good governance melalui pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efektivitas kerja. Mewujudkan Tata Kelola Aset yang Akuntabel Penguatan kapasitas pengelolaan BMN juga berorientasi pada terciptanya tata kelola aset yang tertib administrasi dan akuntabel. Dengan SDM yang kompeten dan sistem yang modern, KPU Kabupaten Yahukimo mampu memastikan setiap barang milik negara digunakan sesuai peruntukannya, terjaga dengan baik, dan tercatat secara benar. Selain itu, kegiatan pengawasan internal juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh aset tercatat dalam laporan keuangan secara transparan. Hal ini mendukung keandalan laporan keuangan KPU dan memperkuat integritas lembaga di mata publik. Kegiatan penguatan kapasitas pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan KPU Kabupaten Yahukimo merupakan langkah strategis untuk menciptakan tata kelola yang profesional, efisien, dan berintegritas. Dengan SDM yang terlatih serta dukungan sistem digital yang mumpuni, KPU Kabupaten Yahukimo siap menjadi contoh lembaga daerah yang mampu mengelola aset negara secara bertanggung jawab demi menunjang suksesnya penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.


Selengkapnya