Memahami Fasisme: Sejarah, Ciri dan Dampaknya bagi Dunia

Yahukimo - Fasisme merupakan sebuah paham politik kekuasaan yang bersifat absolute, artinya adalah tidak mencampurkan demokrasi. Fasisme adalah salah satu ideologi yang sangat berpengaruh pada abad ke-20, dimana setelah perang dunia I. Fasisme juga merupakan faham yang mengutamakan dan menjunjung tinggi bangsa dan negara sendiri dan tidak percaya pada politik demokrasi atau memandang rendah negara lain.

Sejarah Fasisme

Awal mulanya fasisme mulai dikenal di Eropa pada abad ke-20. Sebelum menyebar ke negara-negara lain, fasisme ini pertama kalinya muncul di negara Italia pada waktu Perang Dunia I. Pada saat Perang Dunia I terjadi, para kelompok fasisme memandang bahwa peperangan tersebut adalah sebuah revolusi yang mengiring perubahan bagi cara berperang, masyarakat, negara dan teknologi.

Pada tahun 1919 fasisme ini digunakan oleh Benito Mussolini dalam sebuah gerakan politik yang paham nasionalisme nya berlebihan dan permusuhan antara paham satu dengan paham lainnya. Setelah tiga tahun kemudian, Benito Mussolini memegang kekuasaan sebagai pemimpin koalisi.

Pada tahun 1926, fasisme menjadi sebuah faham yang dipuja secara luas karena banyak nya tokoh politik dari luar negara Italia yang mendukung faham tersebut. Pada tahun 1939 sebagian besar wilayah Eropa yang ditalkukan oleh Nazi membuat para orang-orang yang memegang paham fasisme mampu menduduki kursi pemerintahan secara pesat di negara-negara yang mereka jadikan oposisi.

Fasis dan Nazi tidak akan pernah terpuaskan untuk melakukan penaklukan menciptakan sebuah koalisi internasioanl yang pada akhirnya menghancurkan fasisme dengan menborkan banyaknya jiwa masyarakat yang meninggal dunia, luka-luka dan bahkan tersingkirkan dari asalnya. Namun, seiring berjalan nya waktu pada tahun 1945, akhir Perang Dunia ke II semakin sedikit partai yang mengakui bahwa diri mereka menjunjung tinggi fasisme, dimana kata fasisme ini lebih merujuk ejekan oleh oposisi politik.

Ciri Fasisme

Ciri-ciri dari fasisme adalah sebagai berikut:

  1. Pimpinan dianggap sebagai pelopor bangsa dan penyelamat negara
  2. Menggunakan kekerasan militer dan peperangan sebagai bentuk untuk membangun negara yang kuat dan kokoh
  3. Anti terhadap demokrasi dan anti terhadap liberalism
  4. Mengesampingkan kepentingan dan mengorbarkan kebebasan masyarakat demi kepentingan bangsa dan negara.
  5. Merendahakan negara dan bangsa lain, sehingga faham ini mengutamakan faham dengan dedikasi yang berlebihan kepada negaranya.

Dampak fasisme bagi Dunia

Beberapa dampak dari adanya fasisme bagi dunia adalah sebagai berikut:

  1. Adanya perpecahan pada Perang Dunia II, dimana pada faham ini ambisi dan ekpansos negara fasis hingga pada saat perang terjadi mendapatkan korban 70 juta korban jiwa.
  2. Kehancuran ekonomi dan infrastuktur yang dirusak habis saat perang terjadi.
  3. Lahirnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pencegah munculnya paham yang memicu peperangan.

Fasisme ada dari ketidakstabilan politik yang ada dan ekonomi yang terjadi dalam negara. Namun karena fasisme tersebut menyebabkan banyak nya penderitaan bagi masyarakat. Dalam hal ini, perlu kita ingat bahwa kekuasaaan tanpa batas dan penindasan terhadap kebebasan dapat menghancurkan peradaban yang ada di negara. Maka dari itu, kita sebagaiaa masyarakat Indonesia harus mampu menjaga demokrasi, kemanusiaan dan memberikan toleransi di Tengah tantangan di dunia modern.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 260 Kali.