Makna Mufakat dalam Musyawarah: Dari Nilai Adat hingga Pancasila
Yahukimo - Masyarakat Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong dan musyawarahnya. Nilai-nilai tersebut menjelma dalam praktik mufakat yaitu perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah belah melainkan sebagai dasar untuk mencari solusi terbaik bersama. Demokrasi Pancasila menempatkan musyawarah dan mufakat sebagai pilar utama dalam pengambilan keputusan. Proses ini merupakan bentuk nyata dari partisipasi masyarakat dalam menentukan arah kebijakan. Mufakat juga merupakan kearifan lokal yang menuntun bangsa menuju persatuan. Dalam artikel ini akan membahas terkait pengertian mufakat, contoh penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan cara menjaga semangat mufakat di era modern.
Pengertian Mufakat
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mufakat adalah setuju; seia sekata; sepakat. Lebih lengkap mufakat diartikan sebagai hasil musyawarah yang terjadi saat semua pihak terlibat berhasil mencapai kesepakatan bersama tentang suatu permasalahan. Proses mufakat ini akan melalui proses diskusi terbuka dan jujur antara semua pihak yang terlibat dalam diskusi tersebut.
Sifat-sifat Mufakat
- Kolaboratif, mufakat harus berasal dari pendapat yang dikemukakan saat proses musyawarah dilakukan.
- Egaliter, pada dasarnya mufakat harus berasal dari seluruh anggota musyawarah yang sudah menggunakan hak atas kedudukan yang sama.
- Mufakat harus bersifat partisipatif yang mana berupa hasil dari pemikiran setiap anggota yang turut adil dalam proses musyawarah.
- Inklusif berarti mufakat harus mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
- Sifat yang terakhir ada kolaboratif yang mana mufakat harus berasal dari kerja sama para anggota musyawarah.
Prinsip-prinsip Mufakat
- Mufakat dilakukan dengan kekeluargaan, kualitas tinggi dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
- Mufakat berasal dari musyawarah dengan menjunjung tinggi harkat serta martabat manusia, nilai kebenaran dan keadilan serta mengutamakan persatuan-kesatuan.
- Mufakat tidak bertentangan dengan dasar Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan cita-cita negara Indonesia sebagai kesatuan republik.
- Mufakat harus berupa hasil yang benar-benar disepakati Bersama, bukan diambil dari golongan tertentu karena bukan termasuk dalam ciri mufakat.
- Jika mufakat tidak tercapai dalam suatu musyawarah, Langkah yang bisa dipakai untuk mencapai kesepakatan adalah melakukan voting.
- Mufakat harus diterima setelah dilakukan dengan itikad baik, karena semua peserta atau anggota musyawarah memiliki kepentingan bersama.
Musyawarah Mufakat sebagai Tradisi di Indonesia
Musyawarah menjelma sebagai sebuah tradisi di Indonesia, hal ini dipakai sebagai Langkah dalam memecahkan masalah. Musyawarah mufakat mencerminkan sila keempat Pancasila. Musyawarah mufakat tidak hanya menjadi cara untuk mengambil keputusan, tetapi juga sebagai cerminan kearifan local yang menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghormati. Dalam tradisi ini, setiap pendapat didengarkan, setiap suara dihargai, dan keputusan diambil tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.
Menjaga Semangat Mufakat di Era Modern
- Memanfaatkan Teknologi Secara Bijak.
- Memperkuat Nilai-nilai Dasar Toleransi, Persatuan, Semangat Kekeluargaan, dan Fokus pada Kepentingan Bersama.
- Menerapkan Prosedur Musyawarah yang Efektif: Aturan dasar yang jelas, inklusivitas, mencari titik temu.
- Pendidikan sejak dini dan peran pemimpin serta tokoh Masyarakat.