Makanan Khas Papua yang Unik, Wajib Wisatawan Coba!
Yahukimo - Makanan adalah salah satu hal yang paling menjadi incaran para wisatawan. Jika para wisatawan berkunjung menikmati keindahan alam Papua, maka makanan khas Papua juga menjadi salah satu hal yang harus dirasakan dan dinikmati. Papua menjadi salah satu tempat wisata yang memiliki makanan khas yang beragam,lezat dan unik. Beragam makanan khas Papua tersebut bukan hanya sekedar makanan yang biasa, melainkan melalui makanan tersebut terdapat bagian yang penting dari budaya Papua. Berikut beberapa makanan khas Papua yang paling dikenal :
- Papeda
Makanan Papeda ini adalah makanan pokok khas Papua. Makanan ini juga dapat disebut dengan bubur sagu, dengan teksturnya yang sangat kenyal dan lengket. Papeda adalah makanan khas denga hasil hutan yaitu pohon sagu yang tumbuh liar di tengah hutan. Biasanya, sagu yang dioleh diambil dari pohon sagu yag sudah berumur 7-10 tahun.
Pada umumnya, makanan Papeda disajikan dengan ikan kuah kuning. Dimana ikan kuah kuning ditabur dengan olehan sagu tersebut dan disantap dengan nikmatnya rasa khas dari kenyal nya papeda.
- Udang Selingkuh
Udang selingkuh adalah udang tawar namun memiliki bentuk tubuh dengan capit seperti kepiting. Udang ini memiliki capit yang panjang, itulah sebabnya udang ini disebut sebagai udang selingkuh, dikarenakan bentuk nya yang terbagi menjadi 2 hewan, seakan udang selingkuh menjadi kepiting.
Udang selingkuh memiliki daging yang berserat serta dengan rasa yang sangat manis. Udang ini biasanya sering dijumpai di Sungai Baliem, Kabupaten Jayawijaya. Hidangan ini biasanya digoremg atau terkadang dosajikan dengan tumis kangkong.
- Sate Ulat Sagu
Sesuai dengan nama makanannya, makanan ini diolah dari ulat sagu yang dipanggang hingga menghasilkan tekstur nya yang renyah di luar namun lembut di dalam. Sate ini mirip dengan sate ayam pada umunya, tetapi dengan rasa yang jauh lebih nikmat.
Sate ulat ini biasanya sering disajikan pada saat acara adat atau hidangan yang mampu menarik perhatian dari wisatawan. Ulat yang dipakai ini sesuai dengan Namanya yaitu ulat sagu, artinya ulat tersebut hidup di pohon sagu. Makanan ini memang terdengar seperti ekstim. Namun, sate ulat sagu ini kaya akan gizinya.
- Kue Lontar
Kue lontar adalah hiding yang berbentuk pie dengan isian telur, susu dan gula yang dipanggang sehingga menghasilkan kue dengan rasanya yang manis. Kue lontar memiliki tekstur yang sangat lembut sehingga memberikan sensasi yang nikmat saat dikonsumsi.
Kue lontar disajikan pada saat hari raya atau acara keluarga. Melalui bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan kue lontar tersebut membuktikan bahwa salah satu kuliner dari Papua ini dipengaruhi oleh budaya Belanda.
- Sagu Lempeng
Makanan khas Papua ini terbuat dari sagu yang dipadatkan sehingga menjadi lempengan. Sagu lempeng ini dipanggang kering sehingga menghasilkan tekstur nya yang ringan dan renyah. Biasanya, sagu lempeng ini ditemani dengan minuman kopi atau teh. Meskipun makanan ini sederhana, namun sagu lempeng ini adalah cemilan yang kaya akan karbohidrat. Makanan ini juga tahan lama, sehingga aman dan nyaman saat dibawa berpergia jauh dan lama. Makanan ini juga menjadi makanan yang sehari-hari bagi masyarakat Papua.
- Ikan Bungkus
Ikan bungkus adalah kan segar dibalut dengan daun pisang yang dibumbui dengan rempah khas Papua lalu dipanggang. Ikan bungkus ini hampir sama dengan ikan pepes yang kita kenal juga dari Jawa, namun yang membedakan adalah ikan bungkus dari Papua ini memiliki rasa rempah yang jauh lebih ringan dan alami, makanan ini disajikan setiap hari.
- Aunu Sanebre
Makanan dengan nama yang unik ini terbuat dari ikan teri, nasi dan kelapa yang diparut dan digoreng secara bersamaan. Makanan ini menghasilkan perpaduan rasa yang sangat gurih dan nikmat. Aunu senebre adalah hidangan yang sederhanan namun memiliki tekstur yang ringan. Makanan ini juga salah satu makanan yang sering dinikmati sehari-hari, tetapi juga sering ditemukan pada saat acara-acara tertentu seperti acara adat.
Makanan khas Papua bukanlah hanya sekedar makanan biasa namun juga mencerminkan hubungan yang erta antara masyarakat dan alam. Melestarikan kuliner-kuliner ini menjadi car akita unutuk tetap melestarikan alam yang ada di Indonesia khususnya alam Papua.