Oligarki : Pengertian, Ciri dan Contohnya dalam Politik Modern

Istilah "oligarki" secara sederhana menggambarkan sistem pemerintahan di mana beberapa individu memerintah pemerintahan demi keuntungan pribadi mereka.

Sebaliknya, oligarki adalah jenis pemerintahan yang dijalankan oleh para oligarki. Oligarki, yang terkadang disebut sebagai "pertahanan kekayaan", adalah ketika para oligarki memanfaatkan kekayaan mereka untuk menegakkan kepentingan dan kendali pribadi mereka.

Oleh karena itu, oligarki pada dasarnya adalah strategi pertahanan kekayaan yang memisahkan dan melindungi kepentingan orang kaya dari kepentingan masyarakat umum.

Ciri Sistem Pemerintahan Oligarki

Ini adalah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa suatu sistem pemerintahan merupakan oligarki.

1. Uang dan Kekuasaan

Ciri pertama ini menekankan bagaimana kekayaan dan kekuasaan membentuk pandangan politik, kemampuan, dan motivasi para pemegangnya. Oleh karena itu, uang dan kekuasaan saling terkait erat dalam struktur pemerintahan semacam ini.

2. Dominasi Kelompok Kecil

Oligarki adalah bentuk pemerintahan di mana segelintir orang kaya memegang semua kekuasaan. Kekayaan mereka memudahkan mereka untuk memasuki dan menduduki posisi pemerintahan.

3. Ketidaksetaraan Materi

Kesenjangan ekonomi, di mana kaum kaya mengendalikan kaum kurang mampu, seringkali dikaitkan dengan bentuk pemerintahan ini. Kondisi ini seringkali memicu keresahan sosial dan dapat berperan signifikan dalam peningkatan kemiskinan di masyarakat.

4. Menjaga Kekayaan Penguasa

Para pemimpin rezim biasanya hanya mempertimbangkan cara-cara untuk melindungi kekayaan mereka. Praktik ini muncul karena pemerintah mengandalkan gagasan bahwa kekuasaan berasal dari kekayaan. Dalam hal ini, mempertahankan kekayaan sama dengan mempertahankan kekuasaan.

Beberapa Contoh Oligarki dalam Politik Modern

1. Pemerintahan Tiongkok

Setelah kematian Mao Zedong pada tahun 1976, sistem yang terinspirasi oleh agama ini kembali berkuasa di Tiongkok. "Geng Shanghai", sebuah kelompok yang mengaku sebagai keturunan "Delapan Dewa" Taoisme, mengambil alih kekuasaan.

Untuk menjaga hubungan mereka dengan para dewa tetap utuh, mereka mendominasi urusan komersial, mengendalikan sebagian besar perusahaan milik negara, dan bahkan mempromosikan pernikahan beda agama.

2. Pemerintahan Arab Saudi

Dalam pemerintahan Arab Saudi, tradisi berbagi kekuasaan diwariskan dari raja ke keturunannya. Praktik ini dimulai oleh pendiri Arab Saudi, Abd Al-Aziz Al-Sa’ud, yang memerintah dari tahun 1875 hingga 1953. Saat itu, ia membagi kekuasaannya di antara 44 putra dari 17 istrinya.

Hal serupa terjadi pada Raja Salman bin Abdulaziz yang berkuasa saat ini. Beliau menunjuk putranya sendiri, Pangeran Mohammed bin Salman, sebagai menteri pertahanan dan pengawas Saudi Aramco, perusahaan minyak negara.

3.Pemerintahan Meksiko

Oligarki hadir lewat politik dinasti, pengaruh bisnis besar, dan keterlibatan kartel narkoba dalam politik lokal.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 1,084 Kali.