Golput: Penyebab dan Dampaknya bagi Negara

Golongan Putih atau biasa disingkat golput merujuk pada istilah politik ketika seseorang yang terdaftar sebagai pemilih tidak memberikan suara atau tidak memilih satupun calon pemimpin hingga proses pemungutan suara berakhir. Kemunculan istilah ini berawal dari gerakan protes mahasiswa dan pemuda untuk memprotes pelaksanaan Pemilu tahun 1971. Di masa sekarang istilah golput selalu muncul mendekati hari pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Dari tahun ke tahun, golput selalu menjadi masalah. Belakangan ini golput menjadi sebuah ajakan sebagai bentuk perlawanan atas ketidakpuasan dengan kondisi di sekitarnya.

Penyebab golput bermacam-macam, antara lain:

  • Sikap Masyarakat yang Apatis terhadap Politik

Masyarakat dengan sikap apatis tidak lagi peduli dengan politik. Ketidakpedulian masyarakat akan politik tersebut muncul dikarenakan mereka merasa bahwa tidak ada dampak positif yang dirasakan setelah pemilihan berlangsung.

  • Tidak Memiliki Kecocokan Visi dan Misi dengan Kandidat

Pemilih merasa tidak memiliki kecocokan atau kepuasan terhadap kandidat yang tersedia, atau sebaliknya kandidat yang ada tidak mencerminkan nilai dan aspirasi pemilih.

  • Masalah Administrasi

Terdapat pemilih yang terpaksa menjadi golput dikarenakan masalah administrasi, misalnya seseorang yang sedang berada di luar domisili tidak dapat menggunakan hak pilihnya karena tidak dapat mengurus perpindahan TPS dengan alasan pekerjaan.

Tingginya angka golput pada sebuah negara bisa memberikan dampak negatif diantaranya:

  • Masyarakat yang golput menyebabkan program kerja pemerintahnya terganggu. Hal ini disebabkan karena program kerja yang sudah dirancang dengan baik tidak bisa berjalan dan tidak akan mencapai hasil yang optimal. Tingginya angka golput merupakan tanda bahwa meskipun seseorang terpilih menjadi pemimpin, ia tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat.
  • Golput dapat merugikan partai politik atau kandidat independen yang memiliki visi dan misi yang baik tetapi tidak mendapatkan cukup dukungan karena tingkat partisipasi yang rendah.

Demokrasi yang berjalan dengan baik membutuhkan dukungan dari masyarakat itu sendiri. Jangan diam, jangan apatis. Satu suara sangat berarti.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 314 Kali.