Efektivitas Sistem Tabulasi Suara Digital dalam Konteks Yahukimo

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan salah satu pilar penting dalam proses demokrasi di Indonesia. Melalui Pilkada, masyarakat secara langsung memilih pemimpin daerah yang dipercaya untuk mengemban amanah dan mengelola pemerintahan serta pembangunan di wilayahnya. Oleh karena itu, pelaksanaan Pilkada harus berlangsung secara transparan, akuntabel, dan kredibel agar hasilnya dapat diterima oleh seluruh pihak.

Tahapan paling krusial dalam Pilkada adalah proses tabulasi suara, yaitu penghitungan dan rekapitulasi suara yang diperoleh masing-masing pasangan calon. Di Kabupaten Yahukimo, Pilkada tahun 2024 menggunakan sistem tabulasi suara yang diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemilihan yang lebih efektif dan efisien.  Sistem tabulasi suara berbasis digital dirancang untuk mempercepat dan meningkatkan transparansi dalam proses rekapitulasi suara. Namun efektivitas sistem ini sangat bergantung dengan infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia yang siap mengoperasikannya.

Sebagian besar wilayah di Kabupaten mengalami keterbatasan akses internet, listrik, dan perangkat digital. Hal ini menyebabkan sistem tabulasi digital tidak berfungsi optimal. Beberapa TPS di daerah terpencil masih harus mengandalkan metode manual yang kemudian diinput ke sistem secara terpusat setelah data fisik dikumpulkan. Sistem digital memiliki potensi besar, namun dalam konteks geografis seperti di Kabupaten Yahukimo pendekatan hybrid (kombinasi antara digital dan manual) masih menjadi solusi yang terbaik.

  1. Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur

Minimnya pelatihan teknis dan sosialisasi sebelum hari pemungutan suara menjadi penyebab utama ketidaksiapan tersebut. Dalam kasus ini, sistem tabulasi suara belum sepenuhnya user-friendly bagi pengguna di daerah yang secara digital belum terlatih.

  1. Transparansi dan Kepercayaan Publik

Salah satu tujuan utama dari penggunaan sistem tabulasi digital adalah untuk meningkatkan transparansi pada proses pemungutan suara. Namun di beberapa wilayah, keterlambatan input data atau ketidaksesuaian antara data digital dan fisik seringkali menimbulkan kecurigaan serta menurunkan tingkat kepercayaan terhadap hasil sementara.

  1. Relevansi dengan Teori Evaluasi Sistem

Jika dilihat dari pendekatan PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, Services) maka sistem tabulasi di Yahukimo dapat dievaluasi sebagai berikut:

  • Performance: belum optimal karena keterlambatan input data dari daerah terpencil.
  • Information: data yang disediakan cukup informatif, tetapi keakuratan belum sepenuhnya terjamin.
  • Economics: sistem digital menghemat biaya dalam jangka panjang, tetapi investasi awal masih mahal untuk daerah dengan keterbatasan.
  • Control: masih terdapat celah dalam pengawasan data dan kemungkinan manipulasi input.
  • Efficiency: efisiensi tinggi di daerah dengan jaringan baik tetapi sangat rendah untuk daerah tanpa akses internet.
  • Services: layanan digital meningkatkan akses publik, tetapi perlu ditunjang dengan edukasi dan peningkatan literasi digital.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 110 Kali.