Berita Terkini

166

SIAKBA: Wujud Transformasi Digital dalam Tata Kelola Keanggotaan dan Badan Adhoc Pemilu

Dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan Pemilu yang transparan, akuntabel, dan modern, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia menghadirkan Aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA). Pengertian dan Fungsi SIAKBA SIAKBA adalah aplikasi digital resmi yang dikembangkan KPU untuk mengelola data keanggotaan KPU serta proses rekrutmen badan adhoc penyelenggara Pemilu, seperti PPK, PPS, dan KPPS. Aplikasi ini berfungsi memfasilitasi pendaftaran, verifikasi, serta pemantauan tahapan seleksi secara daring dan terintegrasi. Tujuan Aplikasi SIAKBA Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, Mempermudah proses pendaftaran dan administrasi, Mendukung efisiensi waktu dan sumber daya, Menjamin keseragaman data keanggotaan dan badan adhoc, Mendorong reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan public, dan Meningkatkan partisipasi masyarakat Kehadiran SIAKBA menjadi bagian penting dari transformasi digital KPU dalam mewujudkan tata kelola Pemilu yang efisien, terbuka, dan profesional. Melalui inovasi ini, diharapkan proses penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada ke depan dapat berjalan lebih efektif serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara Pemilu.


Selengkapnya
1100

Ini Dia 3 Jenis Pelanggaran Pemilu!

Pelanggaran pemilu menurut Perbawaslu Republik Indonesia No. 7 Tahun 2022 adalah tindakan yang bertentangan, melanggar, atau tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai Pemilu. Berdasarkan Undang-undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan pelanggaran pemilu dapat berbentuk pelanggaran administratif, pelanggaran kode etik, maupun tindak pidana. Jenis Pelanggaran Pemilu Pelanggaran Administratif: Pelanggaran administratif pemilu meliputi pelanggaran terhadap tata cara, prosedur, atau mekanisme yang berkaitan dengan administrasi pelaksanaan pemilu dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Contohnya meliputi tidak melaporkan dana kampanye secara terperinci, kampanye yang dilakukan di luar jadwal yang telah ditentukan, menggunakan fasilitas negara ketika berkampanye. Pada praktiknya pelanggaran administratif pemilu diproses oleh Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan Panwaslu Kelurahan/Desa, Paswaslu Luar Negeri, dan Pengawas TPS sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Pelanggaran Kode Etik: Pelanggaran kode etik pemilu merupakan pelanggaran terhadap etika pemilu yang berdasarkan sumpah dan/atau janji sebelum menjalankan tugas. Contoh pelanggaran kode etik misalnya sikap tidak netral dari penyelenggara pemilu. Pelanggaran kode etik KPU, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, diteruskan oleh Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota kepada DKPP. Tindak Pidana: Pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan yang telah ditetapkan pada Pasal 488 sampai dengan Pasal 554. Contoh tindak pidana pemilu antara lain politik uang, manipulasi hasil penghitungan suara, intimidasi atau kekerasan terhadap pemilih, saksi, atau petugas pemilu. Undang-undang No. 7 Tahun 2017 mengatur sanksi pidana maksimal, tidak mengenal sanksi pidana minimal. Sanksi kurungan dan denda bersifat kumulatif.


Selengkapnya
7002

Tradisi Bakar Batu : Sejarah, Proses, dan Maknanya dalam Budaya Papua Pegunungan

Papua Pegunungan adalah salah satu Provinsi yang indah akan alam, suku, tradisi serta budayanya. Salah satu yang menjadi tradisi di Papua pegunungan adalah Tradisi Bakar Batu. Sejarah Bakar Batu Tradisi Bakar Batu adalah salah satu tradisi warisan yang masih dipakai dan dilakukan oleh Masyarakat Papua khusus nya Provinsi  Papua Pegunungan sampai saat ini. Seperti informasi yang dikutip dari detik edu pada Selasa (14/10/2025) bahwa tradisi bakar batu tersebut dilakukan oleh suku Dani dari Lembah Baliem, Papua dengan penaman tradisi yaitu “ Bakar Batu”. Tradisi ini berawal dimana ada sepasang suami dan istri kebingungan mengelola hasil panen mereka karena mereka tidak mempunyai wajan maupun panci. Akhirnya mereka menggunakan alternatif lain yaitu batu sebagai pengganti alat masak tersebut, setelah mereka mencoba memasak menggunakan batu tersebut,anehnya rasa masakan tersebut pun terasa sangat lezat. Maka, dimulai dari saat itu Masyarakat pun masih melakukan tradisi bakar batu.  Proses Tradisi Bakar Batu Proses Bakar Batu dilakukan secara bersama-sama dengan beberapa persiapan diantaranya : Persiapan awal dimana pada persiapan awal ini Masyarakat bergotong-royong untuk mengumpul batu hingga banyaj dan kemudian di bakar dengan alat bantu juga seperti kayu Pengumpulan Bahan Masakan, dimana para Masyarakat mengumpulkan semua bahan makanan seperti daging, sayur namun pada umumnya bahan makanan yang dikumpul kana yaitu daging. Memasak dan Makan Bersama, dimana pada tahap ini masyarkat Bersama-sama memasukkan batu-batu yang panas tersebut ke dalam lubang tanah yang dilapisi oleh daun pisang. Semua bahan makanan tersebut pun dipanaskan dan dimasak di atas batu yang panas tersebut dan ditutupi juga oleh daun pisang. Setelah matang, Masyarakat pun akan Bersama-sama berkumpul untuk melakukan acara makan Bersama dengan tradisi Bakar Batu tersebut. Makna Tradisi Bakar Batu Tradisi Bakar Batu adalah tradisi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai bersyukur serta bersilahturahmi yang mempererat hubungan persaudaraan Masyarakat Papua Pegunungan. Tradisi Bakar Batu merupakan warisan serta budaya yang sangat penting  bagi Provinsi Papua Pegunungan. Tradisi ini juga menjadi simbol atas rasa syukur yang dirasakan oleh masyarakat atau kebahagiaan dan kebersamaan sesama masyarakat.


Selengkapnya
192

Memahami Black Campaign: Pengertian, Dampak, dan Upaya Pencegahannya

Black campaign atau kampanye hitam di istilahkan sebagai tindakan penyebaran informasi negatif, fitnah atau berita palsu (hoax) yang ditujukan untuk menjatuhkan citra lawan politik, terutama mendekati pelaksanaan pemilu. Berbeda dengan negative campaign yang berisi kritik berdasarkan fakta dan data, black campaign cenderung bersifat menyimpang, menyesatkan dan menyerang secara pribadi. Black campaign sering dilakukan melalui berbagai media, baik media massa, media sosial, maupun komunikasi langsung dengan tujuan mempengaruhi pandangan publik agar kehilangan rasa kepercayaan terhadap kandidat tertentu. Bentuk dan contoh Black Campaign Beberapa bentuk umum dari kampanye hitam sebagai berikut : Penyebaran berita bohong (hoaks) tentang kehidupan pribadi calon. Manipulasi foto atau video untuk menciptakan citra buruk Fitnah dan ujaran kebencian terkair SARA (Suku, Agama, dan Ras) Informasi palsu mengenai kinerja atau rekam jejak kandidat. Serangan karakter atau character assassination melalui media sosial. Sebagai contoh, seseorang menyebarkan kabar bahwa calon tertentu terlibat kasus korupsi tanpa bukti yang valid. Dampak Black Campaign Kampanye hitam memiliki dampak serius terhadap proses demokrasi, di antaranya menurunkan kualitas demokrasi, memecah belah Masyarakat, mencoreng citra peserta pemilu dan menimbulkan konflik sosial akiibat provokasi dan kebencian yang tersebar luas. Upaya Pencegahan dan Penanganan Black Campaign Untuk mencegah maraknya black campaign terjadi, diperlukan kerja sama antara Lembaga penyelenggara pemilu, aparat penegak hukum, peserta pemilu, media, dan Masyarakat. Beberapa langkah yang dapat diambil seperti edukasi literasi digital agar masyarakat mampu membedakan berita benar dan palsu, pengawasan media sosial oleh Kominfo terhadap akun-akun penyebar fitnah.


Selengkapnya
324

Penyebab Terjadinya Pemungutan Suara Ulang (PSU)

Pemungutan Suara Ulang (PSU) adalah sebuah proses pengulangan terhadap pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara pada TPS karena ditemukan adanya pelanggaran, kesalahan prosedur, atau gangguan secara signifikan yang memengaruhi hasil pemilihan tersebut. Pemungutan Suara Ulang dapat terjadi karena 2 kategori : Karena Gangguan Besar : Bencana alam : misalnya banjir, tanah longsor, gempa bumi atau bencana alam lainnya. Kerusuhan : adanya gangguan keamanan pada tempat pemungutan suara sehingga tidak dapat di selanggarakan dengan aman dan tertib bagi masyarakat. Gangguan lainnya : Gangguan yang seperti mengancam keselamatan petugas. Karena Pelanggaran/Kesalahan Prosedur : Masyarakat Merusak Surat Suara. Pemilih Tidak Diberi Kesempatan Mencoblos. Pembukaan Kotak Suara Melanggar Prosedur Pemilih. Pemilih Menggunakan Hak Pilih Lebih Dari Satu Kali. Penyebab terjadinya Pemungutan Suara Ulang secara garis besar ialah adanya gangguan besar, pelanggaran/kesalahan prosedur, serta pemilih yang memiliki KTP Elektronik luar daerah yang mau menggunakan hak pilihnya pada TPS lain yang sementara dirinya telah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sesuai dengan alamat pada KTP Elektronik, tanpa mengurus formulir pindah memilih sebelumnya


Selengkapnya
3282

Pengertian Kampanye, Sejarah Perkembangan Kampanye dan Jenisnya

Kampanye merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh individu, kelompok, atau organisasi yang dilakukan untuk mempromosikan atau memperjuangkan sebuah tujuan tertentu pada masyarakat. Sejarah Perkembangan Kampanye Kampanye Politik Kuno: Kampanye politik pertama kali ditemukan dalam sejarah kuno. Contohnya kampanye politik dalam sistem demokrasi kuno di Yunani seperti di Athena, di mana calon politik berpidato di hadapan masyarakat untuk memperoleh dukungan. Revolusi Amerika: Kampanye politik modern mulai berkembang pada saat Revolusi Amerika pada abad ke-18. Pada masa inilah kampanye politik mulai dilakukan melalui surat kabar, pamflet, dan pidato untuk menggerakkan dukungan warga. Kampanye Pemilihan Presiden Amerika Serikat: Kampanye politik modern di Amerika Serikat berkembang selama abad ke-19 dengan adanya pemilihan presiden. Kampanye pemilihan presiden ini menjadi awal mula kampanye yang melibatkan pidato publik dan penggunaan media masa. Revolusi Industri dan Iklan: Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 kampanye menjadi lebih terkait dengan komersial yaitu pemasaran dan iklan. Perkembangan teknologi seperti surat kabar, radio, dan televisi sudah banyak digunakan untuk menjangkau audiens lebih luas. Perubahan Media Digital: Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan internet dan media sosial membawa perubahan signifikan dalam kampanye. Kandidat politik saat ini dapat menggunakan platform digital untuk mencapai interaksi dengan pemilih langsung. Jenis Kampanye Kampanye Politik Kampanye politik dilakukan oleh kandidat atau partai politik untuk memperoleh dukungan publik dalam pemilihan umum. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan visi misi program politik. Kampanye Sosial Kampanye sosial berfokus pada isu-isu sosial nasional yang relevan, misalnya isu Hak Asasi Manusia, kesetaraan gender, perlindungan lingkungan atau isu kesehatan masyarakat. Kampanye sosial tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, mengubah sikap, atau mengajak masyarakat melakukan tindakan konkrit terkait isu-isu yang diangkat. Kampanye Lingkungan Kampanye lingkungan mempunyai tujuan untuk membangun kesadaran akan perlindungan lingkungan. Kampanye ini dapat berfokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca, konservasi sumber daya alam, pengelolaan limbah, atau perlindungan spesies yang terancam punah. Kampanye Pendidikan Kampanye pendidikan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan, mempromosikan akses pendidikan yang lebih luas, atau memperjuangkan isu-isu terkait pendidikan, seperti kualitas guru, kurikulum, atau pembiayaan pendidikan. Kampanye Kesehatan Kampanye kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait kesehatan dan mempromosikan perilaku sehat dalam masyarakat. Kampanye kesehatan yang sering dilakukan di masyarakat misalnya terkait kampanye anti rokok, kampanye bahaya penyakit HIV/AIDS dan sebagainya Kampanye Pemasaran Kampanye pemasaran dilakukan oleh sebuah perusahaan atau merek untuk memperkenalkan produk atau layanan mereka kepada konsumen. Tujuannya adalah untuk menarik minat konsumen dan mendorong masyarakat melakukan pembelian kepada produk dari perusahaan atau merek tersebut. Kampanye Amal Kampanye amal dilakukan oleh organisasi nirlaba untuk penggalangan dana atau untuk mensosialisasikan tujuan amal atau kemanusiaan tertentu. Bentuk kampanye amal dapat berupa penggalangan dana untuk disalurkan kepada korban bencana, menyediakan dana pendidikan bagi anak kurang mampu, atau untuk menggalang dana demi memerangi kelaparan.


Selengkapnya
🔊 Putar Suara