Berita Terkini

316

PDPB: Pengertian, Tujuan, dan Sasaran

Yahukimo – Taukah kamu apa itu PDPB, kegiatan yang dilakukan oleh KPU diluar tahapan Pemilu dan Pemilihan? PDPB menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan data pemilih selalu akurat dan mutakhir sehingga hak pilih masyarakat tetap terlindungi. Arti PDPB Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) merupakan kegiatan memperbaharui data pemilih yang berdasarkan DPT Pemilu atau Pemilihan Terakhir dimana data tersebut telah di sinkronisasi secara nasinal. PDPB dilakukan secara de jure, yaitu berdasarkan KTP -el, Kartu Keluarga (KK), biodata atau Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tujuan PDPB : Memelihara dan memperbaharui DPT Pemilu dan/atau Pemilihan Terakhir secara berkelanjutan untuk penyusunan DPT pada Pemilu dan/atau Pemilihan berikutnya dengan tetap menjamin kerahasiaan data; Menyediakan data dan informasi pemilih berskala nasional mengenai data pemilih secara komprehensif, akurat, dan mutakhir. Sasara PDPB : WNI yang berdomisili di wilayah NKRI; WNI yang memenuhi syarat : Berusia genap 17 tahun atau lebih, sudah kawin/sudah pernah kawin yang dibuktikan dengan KTP -el, KK, biodata penduduk, atau IKD; Tidak sedang dicabut hak politiknya berdasarakan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap; Tidak sedang menjadi prajurit TNI atau pun anggota POLRI. WNI yang pindah keluar dari domisilinya dilakukan pendataan pada tempaat domisili terkahir dengan alamat pada KTP -el, KK, biodata penduduk, IKD, dan/atau paspor. Melalui PDPB, KPU mengajak seluruh masyarakat untuk turut aktif memastikan data kependudukannya selalu benar dan terbaru. Dengan begitu, pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan kedepannya diharapkan dapat berjalan lebih baik, transparan dan menjamin hak pilih setiap warga negara.


Selengkapnya
23877

Ideologi: Pengertian, Fungsi, dan Perannya dalam Kehidupan Berbangsa

Yahukimo - Ideologi merupakan salah satu konsep fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberadaan ideologi menjadi landasan utama dalam menentukan arah, tujuan, serta cara suatu bangsa mengatur kehidupan sosial, politik, hukum, dan budaya. Tanpa ideologi yang jelas dan disepakati bersama, suatu bangsa akan kehilangan pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri. Pengertian Ideologi Secara etimologis, istilah ideologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu idea yang berarti gagasan atau cita-cita, dan logos yang berarti ilmu atau pengetahuan. Dengan demikian, ideologi dapat dipahami sebagai seperangkat gagasan, nilai, dan cita-cita yang tersusun secara sistematis dan menjadi dasar dalam berpikir, bersikap, serta bertindak bagi individu maupun kelompok masyarakat. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, ideologi diartikan sebagai pandangan hidup yang mencerminkan nilai-nilai dasar yang diyakini kebenarannya dan dijadikan pedoman dalam penyelenggaraan negara. Ideologi tidak hanya berfungsi sebagai konsep teoritis, tetapi juga sebagai pedoman praktis yang mengarahkan kebijakan publik, sistem pemerintahan, serta perilaku warga negara. Di Indonesia, Pancasila ditetapkan sebagai ideologi negara yang menjadi dasar filosofis dan konstitusional dalam kehidupan nasional. Fungsi Ideologi Ideologi memiliki sejumlah fungsi strategis yang menjadikannya elemen penting dalam keberlangsungan suatu bangsa. Pertama, ideologi berfungsi sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi memberikan arah bagi penyelenggara negara dan masyarakat dalam mengambil keputusan serta menentukan sikap terhadap berbagai persoalan nasional. Ideologi berfungsi sebagai pemersatu bangsa. Dalam masyarakat yang majemuk, ideologi berperan sebagai titik temu yang menyatukan berbagai perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial. Dengan adanya ideologi yang disepakati bersama, potensi konflik dapat diminimalkan karena seluruh elemen bangsa memiliki landasan nilai yang sama. Sebagai identitas nasional. Ideologi mencerminkan kepribadian dan karakter suatu bangsa yang membedakannya dari bangsa lain. Identitas ini penting dalam pergaulan internasional, karena menunjukkan jati diri bangsa dalam berinteraksi dengan negara lain tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Nilai-nilai ideologis menjadi acuan dalam menilai apakah suatu tindakan sesuai atau bertentangan dengan norma yang berlaku. Dengan demikian, ideologi membantu menjaga ketertiban sosial dan mengarahkan perilaku masyarakat agar selaras dengan tujuan nasional. Peran Ideologi dalam Kehidupan Berbangsa Dalam kehidupan berbangsa, ideologi memiliki peran yang sangat luas dan mendalam meliputi; Bidang Politik Pada bidang politik, ideologi menjadi dasar dalam pembentukan sistem pemerintahan, perumusan kebijakan publik, serta penyelenggaraan demokrasi. Ideologi menentukan nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dalam proses politik, seperti keadilan, kedaulatan rakyat, dan supremasi hukum. Bidang Hukum Pada bidang hukum, ideologi berperan sebagai sumber nilai dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Setiap produk hukum harus mencerminkan nilai-nilai ideologis agar tidak bertentangan dengan jati diri bangsa dan tujuan bernegara.  Bidang Sosial dan Budaya Dalam bidang sosial dan budaya, ideologi berperan dalam membentuk sikap toleransi, solidaritas, dan gotong royong. Nilai-nilai ideologis menjadi pedoman dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat. Bidang Pendidikan Pada bidang pendidikan, ideologi berperan sebagai landasan dalam pembentukan karakter generasi muda. Pendidikan ideologi bertujuan untuk menanamkan nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara. Selain itu, dalam menghadapi tantangan globalisasi, ideologi berperan sebagai benteng pertahanan nilai. Arus informasi dan budaya global yang begitu cepat dapat memengaruhi cara berpikir dan bertindak masyarakat. Ideologi berfungsi sebagai filter agar bangsa tetap terbuka terhadap kemajuan, namun tidak kehilangan jati diri dan nilai-nilai dasarnya. Ideologi merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai seperangkat nilai dan cita-cita, ideologi memberikan arah, tujuan, serta pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan nasional. Fungsi ideologi sebagai pemersatu, identitas nasional, pengendali sosial, serta sumber inspirasi menjadikannya elemen yang tidak dapat dipisahkan dari eksistensi suatu bangsa.


Selengkapnya
2387

Pemilu Serentak: Pengertian, Tujuan, Tantangan, dan Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia

Yahukimo -  Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sarana utama pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi. Di Indonesia, mekanisme pemilu terus mengalami perkembangan, salah satunya melalui penerapan Pemilu Serentak. Sistem ini menjadi tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia karena mengubah cara rakyat memilih pemimpin dan wakilnya dalam satu waktu yang sama. Lantas, apa sebenarnya pemilu serentak itu, mengapa diterapkan, dan bagaimana dampaknya bagi demokrasi Indonesia? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap. Pengertian Pemilu Serentak Pemilu Serentak adalah sistem pemilihan umum di mana beberapa jenis pemilu diselenggarakan secara bersamaan dalam satu waktu pemungutan suara. Di Indonesia, pemilu serentak mencakup pemilihan anggota DPR, DPD, DPRD, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dilakukan pada hari yang sama. Penerapan pemilu serentak pertama kali dilaksanakan secara nasional pada Pemilu 2019, setelah sebelumnya pemilu legislatif dan pemilu presiden diselenggarakan secara terpisah. Latar Belakang Penerapan Pemilu Serentak Pemilu serentak tidak muncul tanpa alasan. Ada beberapa latar belakang utama yang mendorong penerapannya di Indonesia: 1. Putusan Mahkamah Konstitusi Pemilu serentak merupakan amanat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menilai bahwa pemilu legislatif dan pemilu presiden seharusnya dilaksanakan secara bersamaan agar sejalan dengan prinsip sistem presidensial. 2. Penguatan Sistem Presidensial Dengan pemilu serentak, diharapkan presiden terpilih memiliki dukungan politik yang lebih kuat di parlemen sehingga pemerintahan menjadi lebih stabil. 3. Efisiensi Penyelenggaraan Pemilu Pemilu terpisah dinilai memakan waktu, biaya, dan tenaga yang besar. Pemilu serentak diharapkan dapat menekan biaya dan mengurangi kelelahan pemilih. Tujuan Diselenggarakannya Pemilu Serentak Penerapan pemilu serentak memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain: 1. Meningkatkan Efektivitas Demokrasi Pemilu serentak memungkinkan rakyat menentukan arah kekuasaan legislatif dan eksekutif secara bersamaan sehingga hasilnya lebih konsisten. 2. Menekan Biaya Politik Dengan satu kali pemungutan suara, anggaran negara dan biaya kampanye dapat ditekan dibandingkan pemilu yang dilakukan berulang kali. 3. Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemilu serentak diharapkan mengurangi kejenuhan masyarakat terhadap agenda pemilu yang terlalu sering. 4. Mendorong Pendidikan Politik Pemilih diajak untuk memahami secara menyeluruh hubungan antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam sistem pemerintahan. Jenis-Jenis Pemilu dalam Sistem Pemilu Serentak Dalam konteks Indonesia, pemilu serentak terdiri dari beberapa jenis pemilihan, yaitu: 1. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Rakyat memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden secara langsung. 2. Pemilihan Anggota DPR Untuk memilih wakil rakyat di tingkat nasional. 3. Pemilihan Anggota DPD Sebagai perwakilan daerah di tingkat pusat. 4. Pemilihan Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Untuk menentukan wakil rakyat di tingkat daerah. Seluruh pemilihan tersebut dilakukan pada hari yang sama, dengan beberapa surat suara yang harus dicoblos oleh pemilih. Peran Penyelenggara Pemilu dalam Pemilu Serentak Pemilu serentak menuntut profesionalisme tinggi dari penyelenggara pemilu, seperti: Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara teknis Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sebagai pengawas jalannya pemilu DKPP sebagai penegak kode etik penyelenggara Koordinasi yang baik sangat dibutuhkan agar pemilu serentak berjalan jujur, adil, dan transparan. Tantangan dalam Pelaksanaan Pemilu Serentak Meskipun memiliki banyak tujuan positif, pemilu serentak juga menghadapi berbagai tantangan: 1. Kompleksitas Teknis Banyaknya surat suara membuat proses pemungutan dan penghitungan suara menjadi rumit dan memakan waktu. 2. Beban Kerja Penyelenggara Petugas pemilu, terutama KPPS, menghadapi beban kerja yang berat karena harus menangani beberapa jenis pemilihan sekaligus. 3. Minimnya Pemahaman Pemilih Tidak semua pemilih memahami perbedaan fungsi lembaga yang dipilih, sehingga berpotensi terjadi kesalahan memilih. 4. Risiko Politik Uang Persaingan yang ketat dalam satu waktu dapat meningkatkan potensi praktik politik uang. Dampak Pemilu Serentak terhadap Demokrasi Pemilu serentak memberikan dampak yang cukup signifikan bagi demokrasi Indonesia, di antaranya: 1. Konsolidasi Politik Partai politik cenderung membangun koalisi lebih awal dan lebih solid. 2. Kualitas Pemerintahan Presiden terpilih berpotensi memiliki dukungan legislatif yang lebih kuat, sehingga kebijakan lebih mudah dijalankan. 3. Tantangan Kualitas Representasi Di sisi lain, pemilih yang kewalahan bisa saja memilih secara asal, yang berpengaruh pada kualitas wakil rakyat. Peran Masyarakat dalam Pemilu Serentak Keberhasilan pemilu serentak tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga oleh masyarakat. Beberapa peran penting masyarakat antara lain: Menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab Menolak politik uang dan hoaks Aktif mengawasi jalannya pemilu Meningkatkan literasi politik Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama kualitas pemilu. Pemilu Serentak dan Masa Depan Demokrasi Indonesia Pemilu serentak merupakan bagian dari proses panjang pendewasaan demokrasi Indonesia. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin efektif, manusiawi, dan berkualitas. Pendidikan politik, penyederhanaan teknis pemilu, serta perlindungan bagi penyelenggara menjadi hal yang perlu diperhatikan ke depan. Pemilu serentak adalah inovasi penting dalam sistem demokrasi Indonesia yang bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pemerintahan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, pemilu serentak tetap menjadi sarana strategis untuk memperkuat kedaulatan rakyat. Dengan dukungan penyelenggara yang profesional dan masyarakat yang sadar politik, pemilu serentak dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan demokrasi Indonesia yang lebih matang dan berintegritas.


Selengkapnya
5790

Contoh Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Pelaksanaan Pemilu

Yahukimo – Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Melalui Pemilu, rakyat memiliki kesempatan untuk menentukan pemimpin dan wakilnya secara demokratis. Namun, keberhasilan Pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dan kesadaran warga negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya. Pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam pelaksanaan Pemilu menjadi aspek penting untuk mewujudkan Pemilu yang berkualitas, berintegritas, serta mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Hak dan kewajiban tersebut telah dijamin secara konstitusional dan diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pelaksanaan hak dan kewajiban secara seimbang akan mendorong terselenggaranya Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Pengertian Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Pemilu Hak warga negara dalam Pemilu adalah kewenangan yang dimiliki setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam proses politik, khususnya dalam memilih dan dipilih. Hak ini ditegaskan dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28D ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Sementara itu, kewajiban warga negara dalam Pemilu merupakan tanggung jawab moral dan hukum untuk menjaga agar seluruh tahapan Pemilu berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, berlangsung tertib, aman, dan damai. Contoh Hak Warga Negara dalam Pelaksanaan Pemilu Berikut beberapa contoh hak warga negara dalam pelaksanaan Pemilu yang perlu dipahami dan dilaksanakan: Hak Memilih Setiap warga negara yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah serta terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) berhak memberikan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hak memilih merupakan wujud nyata kedaulatan rakyat dalam menentukan arah kepemimpinan nasional dan daerah. Hak Dipilih Warga negara yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai peserta Pemilu, baik sebagai calon anggota DPR, DPRD, DPD, maupun presiden dan wakil presiden. Hak Mendapatkan Informasi Pemilu Setiap warga negara berhak memperoleh informasi yang benar, akurat, dan transparan terkait tahapan Pemilu, peserta Pemilu, tata cara pemungutan suara, serta hasil Pemilu. Informasi yang memadai membatu pemilih membuat keputusan secara rasional dan bertanggung jawab. Hak Menyampaikan Pendapat dan Aspirasi Politik Warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan aspirasi politik secara bebas dan bertanggung jawab, baik melalui diskusi publik, media, maupun kegiatan kampanye yang sah. Hak Mendapat Perlindungan Hukum Pemilih berhak mendapatkan perlindungan hukum dari segala bentuk intimidasi, tekanan, diskriminasi, maupun pelanggaran hak politik selama seluruh tahapan Pemilu berlangsung. Contoh Kewajiban Warga Negara dalam Pelaksanaan Pemilu Selain hak, warga negara juga memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan demi terselenggaranya Pemilu yang bermartabat, antara lain: Mematuhi Peraturan Pemilu Warga negara wajib menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan Pemilu, termasuk larangan politik uang, kampanye hitam, serta penyebaran hoaks dan ujaran kebencian. Menjaga Ketertiban dan Keamanan Masyarakat berkewajiban menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif selama tahapan Pemilu, baik pada masa kampanye, pemungutan suara, maupun penghitungan suara. Menghormati Perbedaan Pilihan Politik Perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Warga negara wajib saling menghormati perbedaan tersebut dan tidak memaksakan kehendak kepada pihak lain. Berpartisipasi secara Bertanggung Jawab Partisipasi dalam Pemilu tidak hanya sebatas hadir di TPS, tetapi juga meliputi keterlibatan dalam pengawasan partisipatif serta melaporkan dugaan pelanggaran kepada pihak yang berwenang. Pentingnya Menjalankan Hak dan Kewajiban dalam Pemilu Pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara secara seimbang akan menghasilkan Pemilu yang berkualitas dan berintegritas. Pemilih yang sadar hak dan kewajibannya cenderung lebih kritis, tidak mudah terpengaruh disinformasi, serta mampu menjaga persatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Kesadaran ini juga berdampak positif pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap hasil Pemilu dan lembaga penyelenggara, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pendidikan politik yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membangun demokrasi yang sehat dan berdaya saing. Memahami contoh hak dan kewajiban warga negara dalam pelaksanaan Pemilu merupakan bagian penting dari upaya memperkuat demokrasi Indonesia. Dengan menggunakan hak pilih secara bijak dan menjalankan kewajiban sebagai warga negara yang bertanggung jawab, masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga integritas Pemilu serta memastikan proses demokrasi berjalan jujur, adil, dan bermartabat.


Selengkapnya
287

Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia Serahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan Belanja Pilkada 2024 kepada KPU Kabupaten Yahukimo

Yahukimo - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo melaksanakan kegiatan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pengawas Keuangan (BPK) terkait penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Yahukimo Tahun 2024. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025, bertempat di Jayapura, dan dihadiri oleh KPU dari tingkat provinsi maupun kabupaten. Acara penyerahan LHP BPK ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris KPU Provinsi Papua Pegunungan, serta Sekretaris dari KPU Kabupaten Yalimo, KPU Kabupaten Lanijaya, KPU Kabupaten Nduga, dan KPU Kabupaten Pegunungan Bintang. Kehadiran para peserta tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan koordinasi antarlembaga penyelenggara pemilu dalam mewujudkan tata kelola keuangan pemilu yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyerahan LHP BPK merupakan bagian penting dari rangkaian evaluasi dan pertanggungjawaban penyelenggaraan Pilkada Kabupaten Yahukimo 2024, khususnya dalam aspek pengelolaan anggaran. Pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh penggunaan anggaran pemilu telah dilaksanakan secara tertib administrasi, efisien, efektif, serta sesuai dengan prinsip akuntabilitas keuangan negara. Dalam kegiatan tersebut, laporan hasil pemeriksaan diserahkan secara resmi kepada pihak KPU Kabupaten Yahukimo sebagai bentuk penyampaian hasil audit atas pengelolaan keuangan Pilkada. Laporan ini memuat temuan, kesimpulan, serta rekomendasi yang menjadi bahan penting bagi KPU Kabupaten Yahukimo dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan tata kelola keuangan di masa mendatang. Selain itu, LHP BPK juga menjadi instrumen pengawasan eksternal yang memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas penyelenggaraan pemilu. Ketua KPU Provinsi Papua Pegunungan yang hadir menyampaikan bahwa penyerahan LHP BPK tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan pembelajaran bersama. Dengan adanya rekomendasi dari BPK, KPU diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran, memperbaiki sistem pengendalian internal, serta meminimalisasi potensi temuan serupa pada penyelenggaraan pemilu berikutnya. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi dan koordinasi antarsesama KPU kabupaten yang hadir. Melalui forum tersebut, masing-masing KPU dapat saling berbagi pengalaman, tantangan, dan praktik baik (best practices) dalam pengelolaan keuangan pemilu di wilayahnya. Hal ini dinilai penting mengingat karakteristik geografis dan tantangan logistik di wilayah pegunungan Papua yang membutuhkan perencanaan dan pengelolaan anggaran secara cermat dan adaptif. Selain itu, kehadiran KPU Provinsi dalam kegiatan ini menunjukkan peran pembinaan dan supervisi yang terus dilakukan terhadap KPU kabupaten. KPU Provinsi diharapkan dapat menjadi jembatan koordinasi antara KPU kabupaten dengan lembaga pengawasan, serta memastikan tindak lanjut atas rekomendasi BPK dapat dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu. Penyerahan LHP BPK Pemilu Kepala Daerah Kabupaten Yahukimo 2024 ini sekaligus menegaskan komitmen KPU dalam menjunjung tinggi prinsip good governance dan clean election. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran menjadi fondasi utama dalam menjaga kredibilitas pemilu, khususnya di daerah yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran KPU, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, semakin memperkuat integritas kelembagaan serta meningkatkan profesionalisme dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu. Penyerahan LHP BPK bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari upaya berkelanjutan untuk melakukan perbaikan, penguatan sistem, dan peningkatan kualitas demokrasi di Kabupaten Yahukimo dan wilayah sekitarnya.


Selengkapnya
5121

Negara Hukum: Pengertian, Ciri-Ciri, Prinsip dan Konsepnya

Yahukimo - Negara hukum merupakan konsep fundamental dalam penyelenggaraan pemerintahan modern, di mana kekuasaan dijalankan berdasarkan hukum yang adil, transparan, dan menjamin perlindungan hak-hak warga negara. Dalam suatu negara hukum, setiap Tindakan pemerintah harus berpijak pada aturan yang berlaku sehingga tidak ada ruang bagi kesewenang-wenangan atau penggunaan kekuasaan tanpa dasar yang sah. Prinsip ini menegaskan bahwa hukum berada di atas segala kekuasaan, baik legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Dengan demikian, negara hukum tidak hanya menjadi landasan untuk menciptakan ketertiban dan keadilan, tetapi juga memastikan bahwa hak asasi manusia dihormati dan dijaga dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengertian Negara Hukum Negara hukum adalah sebuah teori yang berasal dari tradisi hukum Eropa yang dipengaruhi oleh Romawi. Konsep negara hukum bersandar pada keyakinan bahwa kekuasaan negara harus dijalankan atas dasar hukum yang adil dan baik. Hubungan antara yang diperintah dan memerintah dijalankan berdasarkan suatu norma objektif, bukan pada suatu kekuasaan absolut semata-mata. Norma objektif tersebut harus memenuhi syarat formal dan dapar dipertahankan. Negara hukum mensyaratkan bahwa setiap Tindakan dari negara haruslah bertujuan untuk menegakkan kepastian hukum, dilakukan secara setara, menjadi unsur yang mengesahkan demokrasi dan memenuhi tuntutan akal budi. Dalam negara hukum, tujuan suatu perkara adalah agar dijatuhi putusan sesuai dengan kebenaran. Tujuan suatu perkara adalah untuk memastikan kebenaran, maka semua pihak berhak atas pembelaan atau bantuan hukum. Unsur dan Ciri Negara Hukum Unsur: Hak asasi manusia dihargai sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-hak itu Pemerintah dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan Adanya peradilan administrasi dalam perselisihan antara rakyat dengan pemerintahannya Ciri-ciri: Kekuasaan dijalankan sesuai dengan hukum positif yang berlaku Kegiatan negara berada dibawah control kekuasaan kehakiman yang efektif Berdasarkan sebuah undang-undang yang menjamin HAM Menuntut pembagian kekuasaan Perkembangan Negara Hukum Dalam perkembangannya, negara hukum terbagi menjadi empat bagian, yakni negara hukum polis, negara hukum liberal negara hukum formal, dan negara hukum materil. Berikut penjelasan dari keempat bagian tersebut: Negara Hukum Polis Negara hukum polis merupakan negara yang memiliki wewenang dalam penyelenggaraan keamanan, kemakmuran, atau perekonomian. Pada jenis ini, negara bertugas menjaga tata tertib. Pada negara yang menganut paham ini, pemerintahnya bersifat monarki absolut. Kepentingan hukum itu berdasarkan kehendak raja, menurut negara polis ini segala sesuatu di tentukan oleh raja dan rakyat tidak mempunyai hak terhadap raja. Negara Hukum Liberal Negara hukum liberal hadir karena adanya kekecewaan atau sebagai bentuk reaksi terhadap konsep negara polis. Negara bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat. Dalam konsep negara hukum liberal menghendaki negara tidak turut ikut campur dalam penyelenggaraan ekonomi, sedangkan penjaga tata tertib di serahkan kepada negara. Negara Hukum Formal Negara hukum formal merupakan negara hukum yang dapat pengesahan dari rakyat, segala tindakan penguasa memerlukan bentuk hukum tertentu, harus berdasarkan Undang-Undang Negara hukum formal ini disebut negara demokrasi yang berlandaskan hukum. Negara Hukum Materil Negara hukum materil merupakan perkembangan dari negara hukum formal berdasarkan hukum materil tindakan penguasa dalam hal mendesak demi kepentingan warga negaranya dibenarkan atau berlakunya asas oportunitas.


Selengkapnya
🔊 Putar Suara